Monthly Archives: Februari 2011

Kesibukan Hari ini

Standar

pusiiiiiiiiiiiiiiiing… ” Hufh,, rasanya kepala nyut-nyut,,nyut,,nyut..

Aku berusaha untuk konsentrasi dengan apapun.

HARUS FOKUS!!!

Itu kata yang di ucapkan suamiku jika hendak membuatku bangkit.

“Fokus ya sayang,udah,, masalah lain nggak usah di pikir, yang penting sekarang bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan dosenmu dan menyelesaikan tugasmu sebanyak-banyaknya agar cepat lulus,”

Ah suamiku…

Terimakasih.

Hari ini Dia pergi ke Solo,, aku sendirian dalam kesibukan dan kepenatan yang mulai menjalari otak dan badanku.

Begitu amat sangat kurangnya istirahat, cucian menumpuk, hujan,, dsb..dsb…

Begitu banyak alasan untuk mundur, begitu banyak alasan jika aku hanya ingin mengeluh,,

“Heeeeeeeeey,,” Taapi itu bukan aku,, jelas Bukan aku…

” Aku bukan orang yang begitu senang mengeluh ” Kecuali terhadap suamiku tentunya..Mungkin dia begitu muaknya,, tapi tetap di terimanya keluhanku,, meski kadang dengan marah, dengan tegas, atau dengan lembut mengingatkan dan menegurku.

Hahaha hampir selesai,, Di ruangan yang begitu luasnya, aku harusa bekerja keras berlari kesana-kemari di tertawakan satpam, di tertawakan ayam.. ah peduli amat,, amat aja sekarang lagi jaga kandang ayam ko,, ngapain di peduliin..( hahay,,, muup ah kang amat,, gag maksud).

Bissmillah..

Mendapat tugas lagi dan harus di selesaikan lagi,, 3 hari lagi harus daftar ujian,, pokoknya semua selesai.

Hari ini aku dapat panggilan interview. waw… ini amazing,, begitu aku memikirkan sesuatu,, sesuatu itu akan datang,, benar kata suamiku, aku harus fokus.

Sekarang harus fokus kuliah,, semua hal yang kemudian datang, mending di tabung dulu untuk mendapat yang lebih besar.

Tak apa aku mengorbankan tes interview ku, meski aku yakin aku bakal keterima, tapi Heyyyyy,,, FOKUS tak,, Fokus…

“KULIAH KULIAH KULIAH”

Kerja setelah kuliah,, benar bukan?

Iklan

yang seharusnya

Standar

Benar..

Tak seharusnya aku begini,

1.tak boleh semudah itu emosi,

jadi harus fokus sama satu hal, memiliki tujuan pendek maupun panjang sehingga tak terpengaruh oleh hal-hal di luar itu, apalagi yang menyebabkan emosiku tersulut.

2. kuliah ndang di kejar sik,

Ngejar dosen sak kemenge, namanya juga kuliah gag di kelas,, harus nyari dosen, tak apa,, yang penting cepet kelar,, meringankan beban,, semua orang tentunya,,

3. Aku kan punya pekerjaan rumah dan sampingan,,

jadi ada 3 hal plus tidur yang harus ku kerjakan dalam 1 hari.

1 hari 24 jam,, di kurangi tidur 8 jam, jadi waktuku hanya 16 jam.

Di bagi 3,, jadi masing-masing kewajibanku paling tidak harus 5 jam,, dan harus selesai semuanya.

Semangat!!!

semangat!!!

 

Hayo siapa yang pengen ngikut aku?

Standar

Hummmmh…

Hari ini aku ke kampus,, muter-muter-muter-muter…. puyeeeeeeeeeeeng.. Duh mana nyari dosen gag ketemu2,, yang di tungguin di depan ruangannya sampe luwaaamaaaaa buanget, 1 jam ada deh nongkrong di situ,, rupanya???

Dosennya udah ada di situ dari tadi jugaaaaaa,,, itulah akibat dari manusia kuliah yang ndak tahu wajah dosen bernama Bu A.tanya-tanya temen juga rupanya dia MALAH MENJERUMUSKAN..

“Mas, itu bukan yang namanya Bu endang?” ( nunjuk-nunjuk manusia berjilbab di dalam ruangan)

” Oooo,, Bukan-bukan itu,, Bu endang tu rambutnya pendek,,, Iya to? ( malah balik nanya ma cowok laen di sebelahnya )

“He’eh,,he’eh..!!rambutnya pendek,, itu mah Bu Purwati” jawab yang satunya sambil nunjuk yang di dalem.

“Oooo??” akhirnya aku kembali duduk terbengong menunggu Si ibu dosen.

1 menit

2 menit

30 menit

40 menit

1 jam

Duuuuh mana si ni dosen.

Trus, tiba-tiba ada embak-embak juga yang ngambil SPK nimbrung.

“Piye? wes teko?”

“Durung ik,, lha piye ki, nyoh di telpon wae dosenne” jawab salah satu cowok di sebelahku.

“Aku gag duwe nomere je..”

“Nyoh,, ngomong, ki nomere,,ngomong aku wes kemeng ki bu ngono”

“Yo”

beberapa detik setelah telepon.

“Lha katane wes neng ruangan ik”, lalu si cewek berjalan menuju ruangan,, lalu dengan mata melotot menoleh pada kami yang duduk. ” Lha iki opo wonge?????!!!”

“Ndi?” Kami menyaut saling bebarengan.

“Kok?”aku kaget,, lalu kami pada cengengas-cengenges..

lalu dengan pedenya si cowok tadi nanya.. ” Emang ibu ya yang namanya bu endang? hehe(merenges), ndak tau e bu..”

Ealaaaaaah yung-yung,, kemeng leh ku ngenteni…