Category Archives: cerpen

Kesibukan Hari ini

Standar

pusiiiiiiiiiiiiiiiing… ” Hufh,, rasanya kepala nyut-nyut,,nyut,,nyut..

Aku berusaha untuk konsentrasi dengan apapun.

HARUS FOKUS!!!

Itu kata yang di ucapkan suamiku jika hendak membuatku bangkit.

“Fokus ya sayang,udah,, masalah lain nggak usah di pikir, yang penting sekarang bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan dosenmu dan menyelesaikan tugasmu sebanyak-banyaknya agar cepat lulus,”

Ah suamiku…

Terimakasih.

Hari ini Dia pergi ke Solo,, aku sendirian dalam kesibukan dan kepenatan yang mulai menjalari otak dan badanku.

Begitu amat sangat kurangnya istirahat, cucian menumpuk, hujan,, dsb..dsb…

Begitu banyak alasan untuk mundur, begitu banyak alasan jika aku hanya ingin mengeluh,,

“Heeeeeeeeey,,” Taapi itu bukan aku,, jelas Bukan aku…

” Aku bukan orang yang begitu senang mengeluh ” Kecuali terhadap suamiku tentunya..Mungkin dia begitu muaknya,, tapi tetap di terimanya keluhanku,, meski kadang dengan marah, dengan tegas, atau dengan lembut mengingatkan dan menegurku.

Hahaha hampir selesai,, Di ruangan yang begitu luasnya, aku harusa bekerja keras berlari kesana-kemari di tertawakan satpam, di tertawakan ayam.. ah peduli amat,, amat aja sekarang lagi jaga kandang ayam ko,, ngapain di peduliin..( hahay,,, muup ah kang amat,, gag maksud).

Bissmillah..

Mendapat tugas lagi dan harus di selesaikan lagi,, 3 hari lagi harus daftar ujian,, pokoknya semua selesai.

Hari ini aku dapat panggilan interview. waw… ini amazing,, begitu aku memikirkan sesuatu,, sesuatu itu akan datang,, benar kata suamiku, aku harus fokus.

Sekarang harus fokus kuliah,, semua hal yang kemudian datang, mending di tabung dulu untuk mendapat yang lebih besar.

Tak apa aku mengorbankan tes interview ku, meski aku yakin aku bakal keterima, tapi Heyyyyy,,, FOKUS tak,, Fokus…

“KULIAH KULIAH KULIAH”

Kerja setelah kuliah,, benar bukan?

Selamat hari anak nak…

Standar

“Aku lelah sekali….”

Bolehkah kataitu terucap dari bibirku?

Aku sangat lelah,,berada di posisi ini terus menerus,,, bukankah sabar ada batasnya?

Aku memang sangat mencintaimu,,sangat amat,,,

Tapi selalu seperti ini,, selalu,,mungkin benar aku adalah perempuan yang paling tak pantas di cinta,, bahkan oleh anakku sendiri,,, seandainya hidupku berakhir hari ini,, apa akan ada yang menyesal karenanya,,, hikxz…

Ingin sekali aku menjadi aku yang dulu,,selalu nerimo,,tapi…

ini tak adil….

aku ini apa? istri apa babu?mama apa babu
?kenapa semua orang memperlakukanku selayaknya babu,,bahkan pembantuku,,,apa ini adil??

Sudahlah..

apa gunanya aku saat ini..

pergi saja…

go away…

entah sekarang mereka sedang apa,kemungkinan terbesar adalah menertawaiku,, menertawai kesalahanku,,menertawai ,,,, hikx,,hikx,,,

atau sepulang dari sini semua orang akan menamparku satu persatu,memaki-makiku karena aku sudah membuat seorang anak kecil menangis,

Ini aku,, “Istrimu Yah…”

Ini aku..” mamamu dek”,,

bukan dia,,bukan,,,Dia tu cuma disuruh mbahmu untuk jagain kamu,,,bukan dia ibumu…

hikz,,,

lalu,, mama ini apa dek?

lalu kenapa kamu membiarkan mama di suruh suruh begitu saja,, dan kamu bahkan nggak mau mama,, mama salah apa dek sama kamu?

mama tu sayang adek,,pengen peluk adek,,hanya mama dan adek,, gag ada yang menggerecoki,, kenapa sulit..

Sekarang mama disini,terdampar,, entahlah,,mama bahkan tak ingin pulang,, mama malu,,, sangat malu,,,mama tak lagi dibutuhkan bukan?

Dan untukmu Yah? aku ini apa?aku ini siapa? kenapa Ayah selalu seperti ini?

Secarik coret-moretnya hati, Untukmu Wahai pangeran tak ber pegasus.

Standar

Untukmu orang yang di ujung sana, yang aku tak tau sedang memikirkan apa, sedang menarikan hayal apa, menyanyikan kidung hati sunyikah, kecewa kah, rindukah, atau malah bersuka cita atas kemenanganmu?.
Ini Untukmu pangeran tanpa kuda putih dan sayap utuh. “Sempurna!”
*
“Kekanak-kanakan” memang menyebalkan ya? hingga karena dua kata yang tergabung ganda itu kau melenggang pergi.
“Alasan yang bagus. Sungguh Bagus.”
Bila ingin mengubahku,jelas tak akan bisa bukan? Tentu kau tau itu.
Dan Aku?
Akupun tentu akan menggelengkan kepala dengan keras. Sekeras-kerasnya seandainya perlu. Bahkan jika Mahmed,Yosep, Mozez, Fir’aun, Dajjal, Devil, Adam, atau siapapun di perintahkan untuk mengubah “kekanak-kanakanku” belum tentu gelengan menjadi anggukan.

Karena itu kau dengan sangat mudah menyuruhku berubah.

Tak taukah kau, wahai seorang sempurna di sana?

mungkin tak tau, Oke! ku jelaskan. Camkan baek-baek :

“Aku begini untuk mengatasi masalahku, setidaknya dengan masalah yang membelit-belitku, memutar-mutarkan otakku, Aku bisa menggadaikan hatiku dan menyuap air mata agar tak terjatuh dengan ” kekanak-kanakanku”. Tawa masih renyah di mulutku bukan? Senyum masih terus tersungging tanpa tedeng aling-aling, meski sebenarnya ada sesuatu yang aku sembunyikan. Setidaknya jiwa kanak kanakku mengobatiku dari dewasanya dunia.

Teruskan saja kau melenggang, tanpa jejak. Kurasa itu yang kau mau sebenarnya. Bukan karena alasanmu “kekanak-kanakan” itu. Karena seharusnya kau tau sejak awal, sejak kisah itu hendak kau urai.
Tak usah lagi menoleh, aku pun tak kan lagi menunggu.
Tak perlu lagi tersenyum, karena aku pun sudah beku.

“Baiklah. the end….”
Senyum miris ini akan tetap miris. Tapi tetap pergilah “Boy ”

Nur Jehan, Joshua Martin Limyadi and 2 others like this.

Busta Tamin at 1:32pm May 25
daku disini adem-adem aja…!!!hehehehe..
Oktaviana Virgi at 1:41pm May 25
baguslah maz.. nanda,,, hehe
Darahbiroe Biroe at 1:42pm May 25
apaan cihh si oneng ini menuh2hin dinding aku aja corat coret sembarangan wae

dah gitu XL sangad 😀

Anshor Muhammad at 2:15pm May 25
wuihwuihwuih luwr biasa ini tulisan, berkarakter, kuat secara narasi, dipenggal dimana saja masih bisa dinikmati. aku suka yang ini.
Addiehf Katakataku at 2:56am May 26
Sungai masih mengalir, namun
Hati masih terkalahkan, tapi
Hidup harus diteruskan

Perasaan ini siap tuk berubah, danRead More
Air mata pun tersapu jauh, namun
Rasa harap s’lalu datang dan telah

“Keep writing vee…”

Oktaviana Virgi at 8:41am May 26
@ Darah biru : Ben to maz,, XL lah lah,, biar kata eXtra Lebay jujjah itu maz coret moret ny hati… wehehehe

@ Mas Anshor : ini hanya secarik coret moretnya hati maz.. meski vee tak tau adakah yang di sana juga membacanya,,tapi setidaknya sedikit lega.

@ Maz Adi: iya mas. jalan yang vee lalui setiap hari juga masih jalan yang sama.Read More
Bintang yang vee tunjuk juga masih tergantung di tempat yang sama.
Langit yang menaungi vee juga masih langit yang sama.
Bumi yang vee pijak pun masih tetap sama.
Jadi selama itu pula harapan yang vee punya juga masih sama. Tak ada pangeran tanpa pegasus juga masih ada banyak pangeran berpegasus. hihii

Addiehf Katakataku at 10:07am May 26
Semangat…..!!!!!
Oktaviana Virgi at 10:17am May 26
SEMANGATTTT!!!!
Abdullah Sajad at 2:40pm May 26
wow. semangat.. hehe. dahsat.
Oktaviana Virgi at 12:11pm May 27
Sayang Jiwa ini kenapa jadi rapuh lagi ya hari ini?
Joshua Martin Limyadi at 7:12pm May 28
Sayangilah jiwamu sendiri. Ungkapan yang manis, Virgi.
Fitrah Anugerah at 9:50pm May 28
Coretan penamu yang kau coretkan di kertas putih semoga mencoret hati hitamnya jadi putih…
DHany Huga at 9:59am May 29
hMmm….
vEe tak ada yang sempurna di dunia ini
dan yang sempurna itu hanya sang Pencipta itu sendiri
jangan lah berubah bila memang belum
kita bukan boneka sesama daging busukRead More
sahabat takkan memaksa mu berbuat itu
kekanak2an???apanya???
jangan dengarkan mereka atau siapapun itu
itu hidupmu kau yang berhak menjalankannya
kaya yang kalo kamu susah mereka mau membantu
paling cuma sekedar “yang sabar yagh, semangat yagh”
bagus sigh, ta[i jangan hanya karena itu mereka merasa berhak atas jalan hidup mu……^_^

SO WHAT THE FUCK THEY SAY

Oktaviana Virgi at 4:20pm May 30
@ Josh : Makasih dah mampir dengan segenggam siraman bathin : ” Sayangilah Jiwamu sendiri “,, Iya,, semoga bisa vee lakukan.

@ Maz Fit : Amin,, Itu Do’a yang vee harapkan bisa segera terkabul.

@ Dhany : Dhan,,”So What The Fuck They Say “…Read More
Kehadiranmu kali ini membakar jiwaku lagi Dhan,,, Iya.. Trimakasih..

BU DWI

Standar

Bu Dwi..
Ada yang mengenalnya?
Dia Ibuku,
Baiklah ku perkenalkan meski fotonya tak ter Upload disini, tapi dia Ibuku.

Bu Dwi,, Wanita bermata sipit dan tai lalat bertengger di tengah hidungnya.
Wanita tegar yang selalu kekar menantang hidup yang semakin Sukar.
“Aku mencintainya.”

Bu Dwi…
Ibu guru yang di segani di Sekolahnya karena galaknya minta ampun,
Iya galaknya minta ampun.
Dulu,, aku sering di marahinya karena suaraku yang fals.
Karena suaraku selalu merusak lagu yang di dendangkan seluruh penghuni kelas.
Dia marah-marah dan menyuruhku bersuara lirih saja.

Bu Dwi…
Ibu yang Perfectsionis di rumah kami.
Sekali bersalah, langsung di teot nya lenganku hingga lebam biru.
Sekali bersalah langsung diseretnya tangan mungilku ke kamar.
Lalu di kuncinya Pintu.

Bu Dwi,,
Ah, masakannya selalu ku rindu.
Sambal bajak dan sayur lodeh berbau harum menyengat hidung.
menggoyangkan lidah merah ku.
Membuat peruku dangdutan dat..dut..dat..dut..

Bu Dwi,,,
Yang selalu melambaikan tangannya mengantar kepergianku hingga tak saling lihat.

Bu Dwi,,
Yang selalu menantiku di ujung pintu Dengan mata Sayu,,
Lalu tersenyum dan memelukku,
Menciumku, tapi tak bertanya kabar.
Hanya menarik tanganku dan membawaku ke ruang makan.
Selalu terhidang masakan penyambut datangku.

Ah,, Bu Dwi.. Tau saja kalau perutku selalu kelaparan jika sampai di ujung pintumu.

I Mizz U mah,,,

Putri Bu Dwi yang teronggok di Semarang tercintah

Bau Anyir Kematian…

Standar

“Wazh,, Wuzh,, Wazh,, Wuzh,,,” Semilir bayu semakin menderu, Mengeras, Meliuk-liukkan batang-batang pohon hijau..
Menjatuhkan daun-daun lapuk,,Sedikit-demi sedikit menghanyutkan bau lembab. Bau anyir. Bau mayat. Bau yang,,, Oh menusuk hidung hingga telinga. Memainkan perasaan hingga puncak kengerian.
Wuzh… Angin semakin menjadi. Bus yang kutumpangi semakin meliuk, ke kanan.ke Kiri. Mengikuti alur, Berguru pada Jalan sempit berkelok, berliku tajam, memeluk bukit yang melegenda dengan keangkerannya.
Siang di sini bagai sore menjelang petang di luar sana. Di luar jalur ini mungkin panas sedang melanda. Mungkin matahari bagai musuh penyengat. Lain diluar lain di sini, di jalur ini. Inilah Hutan legenda yang sempat kuceritakan pada Om Hudan.
Seorang penulis yang mengajakku terhuyung dalam kata. Berputar dalam dunia sunyi. Mabuk oleh kata.
Om Hudan yang karena berbincang dengannya membangkitkan hasrat untuk berceritera tentang sebuah sejarah dari daerah asal.
Dengan cerita melegenda tentang siluman, Haus darah, haus nanah.
Semerbak bau anyir. Penuh Hawa kematian. Terlalu sejuk,
Pengap.
Dan MENCEKAM….
Semerbak bau anyir.
Penuh Hawa kematian.
Terlalu sejuk,
Tanpa kehidupan.

Ini adalah perjalanan pulangku menuju kampung halaman, menuju Ibu yang begitu ku sayang. Menjemput pacar yang menjadi candu dikala Rindu. Menjemput keluarga yang selalu manis di kulum senyumku.
Ku edarkan pandang keluar jendela. Hanya pepohonan dan jalan kecil berliku. Tak ada manusia. Tak ada rumah. Hanya hutan, dan gemerisik dedaunan kering terinjak ban Bus yang ku tumpangi.

“Wuuuuuuuush…”,,Bayu kembali datang mencuri bau anyir. Menghilang. Tapi kemudian datang lagi, justru dengan bau yang lebih menyengat.
Aku bersama Bus yang ketumpangi, tak kunjung menemui titik akhir dari perjalanan panjang penuh sangsi, akankah tetap hidup atau mati?.
Kengerian yang tumbuh subur di benakku.

Aku duduk di kursi nomer tiga belas dari depan, tepat di balik jendela, sehingga angin dan bau anyir menyelusup cepat ke nadi. Hingga berdiri seluruh bulu kuduk. Semangin tercekam.
Aku bahkan begitu takut menoleh ke samping, kepada penumpang lain yang duduk di sebelahku,
Aku begitu takut akan melihat perubahan disana.
Aku takut gadis cantik di sampingku akan berubah menjadi siluman bergaun putih, wajah putih, sangat putih dan pucat pasi.
Aku terlalu takut membayangkan seluruh penumpang di sulap menjadi Robot, Mumi,, Mayat hidup. Mayat tanpa perasaan. Mayat Pembunuh!!!.

“Iiiiiiiikh..!!!” Ku pukul-pukul kepala seraya menggeleng keras -keras, Kekanan. Ke kiri. Mengikuti ayunan pohon oleh angin untuk mengusir fikiran aneh yang teronggok di bulatnya kepalaku. Ku beranikan menoleh kepada tubuh di sebelahku duduk.
Ah,, dia masih tetap gadis cantik dengan rona merah di pipinya, semakin jelas rahang oleh sapuan Blush On warna Mate. Aku kembali tenang.
Gadis di sebelahku sungguh cantik rupanya, tak seperti sangkaanku tentang wajah putih pasi. Dia sangat cantik dengan make up penuh, jika di lihat dari dandanannya yang seperti itu mungkin dia adalah seorang SPG Mall. Mata bulatnya semakin cantik saja dengan paduan eye shadow mengkilap kuning. Bibirnya yang delima, gaya duduknya begitu proporsional dengan tubuh semampainya. Begitu anggun, begitu feminim. Sedikit iri terbersit di relung nurani, Tak ku pungkiri aku terpikat oleh kecantikannya, tapi bukan berarti aku seorang lesbi kan???
Aku wanita normal, yang mempunyai rasa takut yang luar biasa terhadap keadaan, ini hanya pengobat hati. Untuk mengalihkan diri dari persangkaan terhadap berubahnya gadis jelita ini menjadi siluman putih pucat pasi, Mayat Pembunuh!!!.
Kembali ku dengungkan do’a- doa, dzikir dzikir, puji-pujian kepada Sang penguat Hati,, Kulantunkan indah meski hanya dalam nurani.
Kuberanikan diri lagi menoleh kepada gadis di sebelahku, mencoba mengajaknya berbicara untuk mengusir penat. Tapi…..Oooooooh!!!.
Bulu kudukku tak sempat berdiri, mataku tak sempat membelalak, Gadis itu..Gadis itu….” Gggg… Ggaa…dis itu..” Aku meracau sendiri,, berbicara entah pada siapa.
” Oh,,, Ya Alloh ,, bismillah,, bismillah, Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum” Aku membaca sekenanya, berdzikir sebisanya, mencerocot sendiri, memaki sendiri, mengapa tadi mesti mengikuti alur bus yang ini.
Gadis itu,,, Gadis disampingku,, Dia hanya putih, putih tanpa blush On warna mate, mata terbelalak tanpa tuju, kosong. Duduk terpaku bagai patung, bagai mummy,, Lalu dengan kecepatan luarbiasa menoleh ke arahku, kali ini dengan pandangan tajam, menusuk hati yang penuh sangka, membuatku gagap…gagap..Bisu tapi tak bisu.. Gagap.

“Ah,,, Uh,,, Oh,, Tuhan,, Help miiiiiiiiii” Ingin sekali berteriak lancar,, tapi lagi-lagi ” “Oh,,oh,,uh,,uh,,a,a,a, Tu,,tu,,tu,,, han Help miiiiiii,” Kembali aku mencerocos. Gadis putih tanpa Warna itu semakin mendekatkan wajahnya padaku,, mendekat,,, semakin mendekat dengan tangan terjulur ke leherku..

jenari lentik berkuku tajam, merah, panjang dan siap mencengkeram leher tak berdosaku…

Aku mencoba mencari pertolongan, dari bangku di belakangku, atau setidaknya kondektit bis nya,, Tapi….

Tak ada lelaki atau wanita normal sepertiku, wajah berwarna, dan sedikit keringat minyak membasahi pipi,,

Semuanya putih,,, Pasi,,, Berkuku panjang, mata kosong, dan semuanya dengan gerakan cepat menoleh padaku yang sedang berusaha berteriak. mereka semua menjadi ZOMBIE!!! Mayat PEMBUNUH!!! Mayat hidup doyan daging normalku.

” Eww,,www…Woo..ooooooy , Ap..ap..ap..apppa Salah kuuuuuuuuuuuuu??!!!!” Aku berteriak Sebisaku, sekuat tenagaku,, tapi Gadis itu tak bergeming, tak peduli..

Tetap menjulurkan tangannya.
Menusuk ku dengan mata nanar, merah darah, memandang tajam, Terus..Teruuuus, semakin dekat..Semakin dekat.

Aku tetap meracau..
Memaki Tuhan..
Memaki takdir…
Memaki lalu berdoa…

Bau anyir semakin terasa.. bau darah,, Amis,, Bau kematian….

Anjasmoro 20 April 2009


Vee ambil dari fesbukna Vee

Celotehan Tubuh karena jiwa yang sakit…

Standar

Terkadang hidup itu menyenangkan, tapi terkadang membosankan? ” eiiiiitz… tunggu!!! weit!!! membosankan? maksutnya pengen ko’id gituh?”

“Wooooiii nyadar ta’, kamu tuh belum cukup amal ibadah, sholat aja banyakan bolongnya ketimbang rapetnya, dzikir? pernah kamu dzikir?do’a?? tiap hariiiii kamu do’a mulu minta ini itu, tapi gag pernah mbayar dengan zakat, gag pernah ngamal,,, puasa? puasa kok ya cuma kalau ramadhan, itupun masih bolong dan gag pernah terbayar lunas,, hufh,,, gitu kok dah berani bilang hidup membosankan!!!”

Sisi hatiku berkelai sendiri.,, ini masalahnya apa sih? aku berkaca sambil tak henti mengacak rambutku yang semakin awut-awutan, memutar kepalaku yang udah amat sangat pusing sekali.

“hikz,,,” aku berusaha menangis meski susah mengeluarkan air mata, hanya sesak nafasku, sakit relungku, pusing kepalaku, terguguk aku di depan kaca yang sudah semakin retak bercampur bercak darah dari tanganku. Read the rest of this entry

TANPA JUDULLL

Standar

Aku masih ingat betapa sakitnya aku setelah pertengkaranku dengan puw, orang yang ku anggap sebagai belahan hatiku,belahan jiwaku, meski sekarang dia belum menjadi apa-apa bagiku, dan aku belum sah untuknya, aku tau itu. Dan kami, sebisa kami akan menjaga kehormatan kami.

Pertengkaran yang sebenarnya tak harus ada.

Entahlah…..

Kemudian dia nggak sms lagi, salah satu bentuk komunikasi yang kami pakai sekarang, setlah dia di pindahkan keluar kota.

Aku sempat menyesal, kenapa aku memulai konflik ini, yang memang sebenarnya hanya bentuk penylesaian konflik batinku sendiri.

————————-***********—————————–

Tapi beberapa saat yang aku rasa lama, dia sms aku lagi. Read the rest of this entry

Sakit …!!! aku sakit….!!!

Standar

JIka memang hari ini adalah hari penghabisan masaku bersama PUw,, mungkin aku memang harus merelakannya…
Aku memang tak sempurna untuknya.
Aku begitu ingin mempertahankan ini, bahkan kami sangat jarang bertengkar dengan hal-hal yang prinsipil, kami lebih sering bertengkar tentang hal-hal yang tak penting seperti makan apa? pulang jam berapa? yang lucu-lucuan dan kekanak-kanakan saja.
Tapi kali ini, sungguh aku tak bermaksut memulai konflik, aku hanya ingin menyelesaikan konflik batinku dg membicarakan ini dengannya. Aku tak ingin kekanak-kanakan terhadap diriku.
Aku tak ingin tersenyum diluar, tapi merintih di dalam.
Aku ingin pure tersenyum dengan hati.
Tapi ketika aku membahas ini, semuanya malah menjadi konflik besar antara kami.
Puw marah.
sampai dia nanya ” Maumu apa?!!!!!”
Yang intinya mungkin dia mengira aku akan menjawab ” PUtus”.
Tapi kata-kata itu tak pernah terfikir di benakku sedikitpun.
Aku begitu menghargai hubungan kami, jalinan ini begitu murni di mataku, cintanya pun masih kurasakan hingga saat dia marah sekalipun.
” kalau kamu tanya pa mauku, aku hanya mau kamu, kamu yang nggak seperti ini, aku hanya ingin di hargai dlm hal ini puw”.
———“Cep, diam, hening”——–

Setelah itu, tak ada lagi sms untukku.
Gelisah sekali rasanya, rindu sekali hatiku, bahkan pelupuk mataku pun tak pernah membiarkan hatiku sesakit ini menanti detik-detik penghabisan jalinan yang kami bina ini.
“tes…tes..tes,,” air mataku tak henti mengalir dan menetes di keyboardku…
ku kuatkan hanya untuk sekedar menulis di sini.

Detik perpisahan sementaraku dengan PUw

Standar

Hari ini, hari senin tanggal 23 maret 2009… Puw berangkat tugas keluar.

Lha aku???
Yupz, terpaksa harus terpisah selama dua bulan ke depan.
Dia sedang percobaan di Pekalongan, ,, semoga berhasil, jadi dia bisa permanen di sana.
Pekalongan akan sangat dekat dengan daerah tempat tinggalku di BAtang,, jadi sepulang aku dari Semarang, aku akan bisa bertatap muka lagi dengannya.
Aku udah bisa merelakannya sebenarnya, semenjak dia mencium keningku dan berteriak keras ” I luv U” di teras kost ku.
Semenjak dia menarik tanganku, dan menciumkan tangannya di bibirku.

Read the rest of this entry

Peristiwa konyol biji Cabe item kusem di Gigi gede ku ( huweeeeeeeeeeeKZ,,,,!!)

Standar

Sebenarnya aku hanya ingin menampakkan keanggunan yang terpancar bebas pada diriku sebelumnya, sebelum kenal dengan manusia konyol bernama PUw.
Sesunggunya aku hanya ingin menjadi gadis gemulai dengan aura feminis yang merangsang setiap pria yang berdekatan denganku untuk mengenalku lebih jauh ( gpp kali ya lebay dikit,,, khi khi khi)

Read the rest of this entry