Monthly Archives: April 2009

Bau Anyir Kematian…

Standar

“Wazh,, Wuzh,, Wazh,, Wuzh,,,” Semilir bayu semakin menderu, Mengeras, Meliuk-liukkan batang-batang pohon hijau..
Menjatuhkan daun-daun lapuk,,Sedikit-demi sedikit menghanyutkan bau lembab. Bau anyir. Bau mayat. Bau yang,,, Oh menusuk hidung hingga telinga. Memainkan perasaan hingga puncak kengerian.
Wuzh… Angin semakin menjadi. Bus yang kutumpangi semakin meliuk, ke kanan.ke Kiri. Mengikuti alur, Berguru pada Jalan sempit berkelok, berliku tajam, memeluk bukit yang melegenda dengan keangkerannya.
Siang di sini bagai sore menjelang petang di luar sana. Di luar jalur ini mungkin panas sedang melanda. Mungkin matahari bagai musuh penyengat. Lain diluar lain di sini, di jalur ini. Inilah Hutan legenda yang sempat kuceritakan pada Om Hudan.
Seorang penulis yang mengajakku terhuyung dalam kata. Berputar dalam dunia sunyi. Mabuk oleh kata.
Om Hudan yang karena berbincang dengannya membangkitkan hasrat untuk berceritera tentang sebuah sejarah dari daerah asal.
Dengan cerita melegenda tentang siluman, Haus darah, haus nanah.
Semerbak bau anyir. Penuh Hawa kematian. Terlalu sejuk,
Pengap.
Dan MENCEKAM….
Semerbak bau anyir.
Penuh Hawa kematian.
Terlalu sejuk,
Tanpa kehidupan.

Ini adalah perjalanan pulangku menuju kampung halaman, menuju Ibu yang begitu ku sayang. Menjemput pacar yang menjadi candu dikala Rindu. Menjemput keluarga yang selalu manis di kulum senyumku.
Ku edarkan pandang keluar jendela. Hanya pepohonan dan jalan kecil berliku. Tak ada manusia. Tak ada rumah. Hanya hutan, dan gemerisik dedaunan kering terinjak ban Bus yang ku tumpangi.

“Wuuuuuuuush…”,,Bayu kembali datang mencuri bau anyir. Menghilang. Tapi kemudian datang lagi, justru dengan bau yang lebih menyengat.
Aku bersama Bus yang ketumpangi, tak kunjung menemui titik akhir dari perjalanan panjang penuh sangsi, akankah tetap hidup atau mati?.
Kengerian yang tumbuh subur di benakku.

Aku duduk di kursi nomer tiga belas dari depan, tepat di balik jendela, sehingga angin dan bau anyir menyelusup cepat ke nadi. Hingga berdiri seluruh bulu kuduk. Semangin tercekam.
Aku bahkan begitu takut menoleh ke samping, kepada penumpang lain yang duduk di sebelahku,
Aku begitu takut akan melihat perubahan disana.
Aku takut gadis cantik di sampingku akan berubah menjadi siluman bergaun putih, wajah putih, sangat putih dan pucat pasi.
Aku terlalu takut membayangkan seluruh penumpang di sulap menjadi Robot, Mumi,, Mayat hidup. Mayat tanpa perasaan. Mayat Pembunuh!!!.

“Iiiiiiiikh..!!!” Ku pukul-pukul kepala seraya menggeleng keras -keras, Kekanan. Ke kiri. Mengikuti ayunan pohon oleh angin untuk mengusir fikiran aneh yang teronggok di bulatnya kepalaku. Ku beranikan menoleh kepada tubuh di sebelahku duduk.
Ah,, dia masih tetap gadis cantik dengan rona merah di pipinya, semakin jelas rahang oleh sapuan Blush On warna Mate. Aku kembali tenang.
Gadis di sebelahku sungguh cantik rupanya, tak seperti sangkaanku tentang wajah putih pasi. Dia sangat cantik dengan make up penuh, jika di lihat dari dandanannya yang seperti itu mungkin dia adalah seorang SPG Mall. Mata bulatnya semakin cantik saja dengan paduan eye shadow mengkilap kuning. Bibirnya yang delima, gaya duduknya begitu proporsional dengan tubuh semampainya. Begitu anggun, begitu feminim. Sedikit iri terbersit di relung nurani, Tak ku pungkiri aku terpikat oleh kecantikannya, tapi bukan berarti aku seorang lesbi kan???
Aku wanita normal, yang mempunyai rasa takut yang luar biasa terhadap keadaan, ini hanya pengobat hati. Untuk mengalihkan diri dari persangkaan terhadap berubahnya gadis jelita ini menjadi siluman putih pucat pasi, Mayat Pembunuh!!!.
Kembali ku dengungkan do’a- doa, dzikir dzikir, puji-pujian kepada Sang penguat Hati,, Kulantunkan indah meski hanya dalam nurani.
Kuberanikan diri lagi menoleh kepada gadis di sebelahku, mencoba mengajaknya berbicara untuk mengusir penat. Tapi…..Oooooooh!!!.
Bulu kudukku tak sempat berdiri, mataku tak sempat membelalak, Gadis itu..Gadis itu….” Gggg… Ggaa…dis itu..” Aku meracau sendiri,, berbicara entah pada siapa.
” Oh,,, Ya Alloh ,, bismillah,, bismillah, Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum” Aku membaca sekenanya, berdzikir sebisanya, mencerocot sendiri, memaki sendiri, mengapa tadi mesti mengikuti alur bus yang ini.
Gadis itu,,, Gadis disampingku,, Dia hanya putih, putih tanpa blush On warna mate, mata terbelalak tanpa tuju, kosong. Duduk terpaku bagai patung, bagai mummy,, Lalu dengan kecepatan luarbiasa menoleh ke arahku, kali ini dengan pandangan tajam, menusuk hati yang penuh sangka, membuatku gagap…gagap..Bisu tapi tak bisu.. Gagap.

“Ah,,, Uh,,, Oh,, Tuhan,, Help miiiiiiiiii” Ingin sekali berteriak lancar,, tapi lagi-lagi ” “Oh,,oh,,uh,,uh,,a,a,a, Tu,,tu,,tu,,, han Help miiiiiii,” Kembali aku mencerocos. Gadis putih tanpa Warna itu semakin mendekatkan wajahnya padaku,, mendekat,,, semakin mendekat dengan tangan terjulur ke leherku..

jenari lentik berkuku tajam, merah, panjang dan siap mencengkeram leher tak berdosaku…

Aku mencoba mencari pertolongan, dari bangku di belakangku, atau setidaknya kondektit bis nya,, Tapi….

Tak ada lelaki atau wanita normal sepertiku, wajah berwarna, dan sedikit keringat minyak membasahi pipi,,

Semuanya putih,,, Pasi,,, Berkuku panjang, mata kosong, dan semuanya dengan gerakan cepat menoleh padaku yang sedang berusaha berteriak. mereka semua menjadi ZOMBIE!!! Mayat PEMBUNUH!!! Mayat hidup doyan daging normalku.

” Eww,,www…Woo..ooooooy , Ap..ap..ap..apppa Salah kuuuuuuuuuuuuu??!!!!” Aku berteriak Sebisaku, sekuat tenagaku,, tapi Gadis itu tak bergeming, tak peduli..

Tetap menjulurkan tangannya.
Menusuk ku dengan mata nanar, merah darah, memandang tajam, Terus..Teruuuus, semakin dekat..Semakin dekat.

Aku tetap meracau..
Memaki Tuhan..
Memaki takdir…
Memaki lalu berdoa…

Bau anyir semakin terasa.. bau darah,, Amis,, Bau kematian….

Anjasmoro 20 April 2009


Vee ambil dari fesbukna Vee

Iklan

Oriflame

Standar

Hemmm,,, NIh ada kejutan April dari oriflame,,,

Begitu banyak diskon bertebaran dimana-mana, hingga 60%.

Nih produk emang seneng bener ya ngasi kejutan.

Yuk mumpung belum tanggal 25, bisa-bisa ludes loh diskonnya.

Untuk pemesanan bisa hubungi vee di : cekuock@yahoo.co.id,, jangan lupa cantumkan alamat pengiriman, kode barang, plus no. telpon yang bisa di hubungi yah..

1

0> Ini nih produk yang paling vee demen, sama vee tunggu-tunggu diskonnya.

Namanya Tender Care

Di gunakan untuk pelembab bibir(untuk mencegah pecah2 dan mengelupas), juga untuk kulit kering lainnya.

kode produk :

Harga 34500, Diskon jadi Rp.175002

3

4

ERMALENA RAHMAWATI

Standar

Ermalena Rahmawati namanya, dia cantiiiiiiiiik banget asli!!!.

Dan bukan hanya aku yang mengatakan itu, aku rasa begitu banyak kaum pria yang mengenalnya pun akan mengatakan hal serupa, lahwong aku yang notabene perempuan dan kaum perempuan yang memandangnya pun akan mengatakan hal yang serupa, Aku yakin.

Dia seorang sahabat terbaik yang pernah kumiliki dan akan tetap kumiliki, dia begitu peduli denganku meski kadang aku tak mengingatnya. Read the rest of this entry

Geraaah…(sabar veeee,, sabar yaaaa)

Standar

“Anjriiiiiiiiiiiiiiiiiit!!!!” (Ups,,,Sensor aaaaaah)

Perasaanku sedang segalau ini, sebingung ini, dengan mata segede ini, pun masihhh saja tertimpa tangga..

Giliran aku begitu antusias ingin segera ke warnet dan kembali bekerja,, eeee yang ada malah di maki-maki user.

kebetulan di warnet tempat aku kerja, data yg di simpan user akan segera hilang jika tak di amankan dulu ke billing.

Nhah kebetulan ada ibu’-ibu’ mau ngopy ke CD,,pas dia bilang mau ngopy, tuh data udah keburu ilang,, ibunya ngotot, memaki-maki, menyalahkan, merasa di rugikan, membandingkan aku dengan OP yang lain, telingaku panas.. sebenarnya.

Tapi ini resiko, mau gimana lagi, meski ati gi sepanas-panasnya dengan masalahku sendiri, di tambah si ibu’ ini….

* geraaaaaaaaaaaaaaaaaaah*

Celotehan Tubuh karena jiwa yang sakit…

Standar

Terkadang hidup itu menyenangkan, tapi terkadang membosankan? ” eiiiiitz… tunggu!!! weit!!! membosankan? maksutnya pengen ko’id gituh?”

“Wooooiii nyadar ta’, kamu tuh belum cukup amal ibadah, sholat aja banyakan bolongnya ketimbang rapetnya, dzikir? pernah kamu dzikir?do’a?? tiap hariiiii kamu do’a mulu minta ini itu, tapi gag pernah mbayar dengan zakat, gag pernah ngamal,,, puasa? puasa kok ya cuma kalau ramadhan, itupun masih bolong dan gag pernah terbayar lunas,, hufh,,, gitu kok dah berani bilang hidup membosankan!!!”

Sisi hatiku berkelai sendiri.,, ini masalahnya apa sih? aku berkaca sambil tak henti mengacak rambutku yang semakin awut-awutan, memutar kepalaku yang udah amat sangat pusing sekali.

“hikz,,,” aku berusaha menangis meski susah mengeluarkan air mata, hanya sesak nafasku, sakit relungku, pusing kepalaku, terguguk aku di depan kaca yang sudah semakin retak bercampur bercak darah dari tanganku. Read the rest of this entry

TANPA JUDULLL

Standar

Aku masih ingat betapa sakitnya aku setelah pertengkaranku dengan puw, orang yang ku anggap sebagai belahan hatiku,belahan jiwaku, meski sekarang dia belum menjadi apa-apa bagiku, dan aku belum sah untuknya, aku tau itu. Dan kami, sebisa kami akan menjaga kehormatan kami.

Pertengkaran yang sebenarnya tak harus ada.

Entahlah…..

Kemudian dia nggak sms lagi, salah satu bentuk komunikasi yang kami pakai sekarang, setlah dia di pindahkan keluar kota.

Aku sempat menyesal, kenapa aku memulai konflik ini, yang memang sebenarnya hanya bentuk penylesaian konflik batinku sendiri.

————————-***********—————————–

Tapi beberapa saat yang aku rasa lama, dia sms aku lagi. Read the rest of this entry