Monthly Archives: Maret 2009

Sakit …!!! aku sakit….!!!

Standar

JIka memang hari ini adalah hari penghabisan masaku bersama PUw,, mungkin aku memang harus merelakannya…
Aku memang tak sempurna untuknya.
Aku begitu ingin mempertahankan ini, bahkan kami sangat jarang bertengkar dengan hal-hal yang prinsipil, kami lebih sering bertengkar tentang hal-hal yang tak penting seperti makan apa? pulang jam berapa? yang lucu-lucuan dan kekanak-kanakan saja.
Tapi kali ini, sungguh aku tak bermaksut memulai konflik, aku hanya ingin menyelesaikan konflik batinku dg membicarakan ini dengannya. Aku tak ingin kekanak-kanakan terhadap diriku.
Aku tak ingin tersenyum diluar, tapi merintih di dalam.
Aku ingin pure tersenyum dengan hati.
Tapi ketika aku membahas ini, semuanya malah menjadi konflik besar antara kami.
Puw marah.
sampai dia nanya ” Maumu apa?!!!!!”
Yang intinya mungkin dia mengira aku akan menjawab ” PUtus”.
Tapi kata-kata itu tak pernah terfikir di benakku sedikitpun.
Aku begitu menghargai hubungan kami, jalinan ini begitu murni di mataku, cintanya pun masih kurasakan hingga saat dia marah sekalipun.
” kalau kamu tanya pa mauku, aku hanya mau kamu, kamu yang nggak seperti ini, aku hanya ingin di hargai dlm hal ini puw”.
———“Cep, diam, hening”——–

Setelah itu, tak ada lagi sms untukku.
Gelisah sekali rasanya, rindu sekali hatiku, bahkan pelupuk mataku pun tak pernah membiarkan hatiku sesakit ini menanti detik-detik penghabisan jalinan yang kami bina ini.
“tes…tes..tes,,” air mataku tak henti mengalir dan menetes di keyboardku…
ku kuatkan hanya untuk sekedar menulis di sini.

Detik perpisahan sementaraku dengan PUw

Standar

Hari ini, hari senin tanggal 23 maret 2009… Puw berangkat tugas keluar.

Lha aku???
Yupz, terpaksa harus terpisah selama dua bulan ke depan.
Dia sedang percobaan di Pekalongan, ,, semoga berhasil, jadi dia bisa permanen di sana.
Pekalongan akan sangat dekat dengan daerah tempat tinggalku di BAtang,, jadi sepulang aku dari Semarang, aku akan bisa bertatap muka lagi dengannya.
Aku udah bisa merelakannya sebenarnya, semenjak dia mencium keningku dan berteriak keras ” I luv U” di teras kost ku.
Semenjak dia menarik tanganku, dan menciumkan tangannya di bibirku.

Read the rest of this entry