ERMALENA RAHMAWATI

Standar

Ermalena Rahmawati namanya, dia cantiiiiiiiiik banget asli!!!.

Dan bukan hanya aku yang mengatakan itu, aku rasa begitu banyak kaum pria yang mengenalnya pun akan mengatakan hal serupa, lahwong aku yang notabene perempuan dan kaum perempuan yang memandangnya pun akan mengatakan hal yang serupa, Aku yakin.

Dia seorang sahabat terbaik yang pernah kumiliki dan akan tetap kumiliki, dia begitu peduli denganku meski kadang aku tak mengingatnya.

Bukan masalah aku sombong atau angkuh, aku hanya malu. Aku pikir dia tak akan lagi mengingatku seperti beberapa kawan yang mulai menghilang. Aku pikir manusia seanggun dia, secantik dia tak akan lagi selevel denganku, dan aku tak pantas berteman denganya. Lagipula sekarang dia berada jauh dariku, Lena di Bali sekarang, sejak beberapa tahun lalu, dan jarak itu pula yang menjadi kambing hitam menjauhnya kami, meski namanya tak pernah lekang dari ingatanku, wajahnyapun masih tetap ku simpan erat di hatiku.

Bahkan teman-temanku yang sekarang, mereka semua mengenal Lena(panggilan orang lain padanya, tapi aku tak suka memanggilnya lena, aku lebih suka memanggilnya Erma, “Kalu ku ceritakan sebagai Erma saja gimana ma?” * sambil ngelirik erma*) dari ceritaku, aku selalu menceritakannya dan menceritakan pula enung, karena dua orang ini memang selalu tetap di hatiku.

Meski teman-temanku yang sekarang tak pernah melihat wajahnya, hanya melihat foto dan mendengar tentang Lena, tapi mereka tau, Lena bocah cantik dan baik yang selalu bertengkar denganku dan enung (hihiihi).

Kemaren, ketika aku rasa semua orang menjauh, ketika aku tak lagi ada pegangan, dia kembali datang mengusik tidurku dengan sebaris SMS di layar Hapeku.

Kamu baek aja kan beb?

Saat itulah aku tau masih ada yang peduli dengaku, bahkan dengan insting kuatnya. Dan kalau aku boleh mengingat, entah kapanpun ketika aku sedang bermasalah, dia selalu muncul tiba-tiba. (Sahabat yang baiiiiiiiik.)

Membaca SMS nya yang seperti itu, langsung saja ku ceritakan apa yang kurasakan, meski tak semuanya, karena aku memang selalu menyimpan hal terpenting yang memang tak ingin ku sampaikan. Malena pun tau itu, dia mengerti aku selalu menyimpan sendiri hal terpenting yang ingin ku simpan, dan dia sangat menghargai privacyku.

“Ywdah, maen2 kesini na’a biar qt sm2 diam sejenak,

q kgn km beb

q merasa ad yg km sembunyiin

ceritalah ma aq..

q ad buat km beb.”

itu bunyi sms nya.

Ketika kukatakan betapa rapuhnya aku kemaren, betapa sakitnya aku, betapa aku bukan lagi karang yang bisa menahan deraan ombak, Tak lagi bertahan, tak bisa menahan, hanya merintih, ingin menjerit, ingin berontak, ingin mengadu Tapi tak juga kulakukan,  dia mengirim sebuah sms lagi untuk menenangkan aku sahabatnya yang jauh dari Bali ini.

Ya Allah, Ta’ jgn gitu na’a.

Aq ykin km g  selemah itu. km yg Q kenal tangguh,jgn biarkn hati yg mmpu menyangga langit itu rapuh hnya krn hal2 g pnting dlm hdpmu.”

Hal-kal gag penting? Aku ingin rasanya melemparnya dengan hapeku seandainya dia ada. Itu hanya bersitan rasa bingungku, apa iya gag penting.

Tapi kemudian kupikir, kupikir lagi, dan terus ku pikirkan SMS si MaLena, aku mengerti maksutnya. Aku engerti betapa ia ingin mengingatkanku begitu banyak masalaku yang lebih penting dari ini, dari masalah tak berkesudahan dengan orang orang yang jaraknya dekat denganku, tapi hatinya menjauh. Kenapa tak terpikir bahwa begitu banyak sahabat yang dengan jarak jauh, tapi hatinya selalu dekat.

Dan aku? hatiku yang dikatakannya mampu menyangga langit ini, memang tak boleh rapuh.

Wuiiiiiih, mampu menyangga langit, sekuat itukah aku di matanya? Tapi kupikir iya laaaaaaah, aku kan kuat, Okta kan Hebat, hikz…

Ma,,, makasih ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s