Celotehan Tubuh karena jiwa yang sakit…

Standar

Terkadang hidup itu menyenangkan, tapi terkadang membosankan? ” eiiiiitz… tunggu!!! weit!!! membosankan? maksutnya pengen ko’id gituh?”

“Wooooiii nyadar ta’, kamu tuh belum cukup amal ibadah, sholat aja banyakan bolongnya ketimbang rapetnya, dzikir? pernah kamu dzikir?do’a?? tiap hariiiii kamu do’a mulu minta ini itu, tapi gag pernah mbayar dengan zakat, gag pernah ngamal,,, puasa? puasa kok ya cuma kalau ramadhan, itupun masih bolong dan gag pernah terbayar lunas,, hufh,,, gitu kok dah berani bilang hidup membosankan!!!”

Sisi hatiku berkelai sendiri.,, ini masalahnya apa sih? aku berkaca sambil tak henti mengacak rambutku yang semakin awut-awutan, memutar kepalaku yang udah amat sangat pusing sekali.

“hikz,,,” aku berusaha menangis meski susah mengeluarkan air mata, hanya sesak nafasku, sakit relungku, pusing kepalaku, terguguk aku di depan kaca yang sudah semakin retak bercampur bercak darah dari tanganku.

“KENAPA SEPERTI INIIIIIIIIII????!!!!!!” Histeriaku mengisi kosong kamarku.

“Dulu semuanya indah, kamu begitu mencintaiku, begitupun aku,,,tapi kini? TEGA KAMU!!!!!”

“PRANG!!!!!” ku banting bingkai foto di meja.

“Ini benar-benar menyakitkan. Seseorang yang telah menjadi bagian hidupku, cinta matiku, kini dia berpaling dan memutuskan untuk bersama dengan sahabatku,,, Kesalahan apa yang ku buat? aku hanya cemburu, apa salah??? toh nyatanya cemburuku beralasan, dan terbukti aku yang benar,, nyatanya kamu mau juga kan dengan sahabatku??” Aku tak henti henti memandangi wajah di balik bingkai yang pecah ini.

Yang mungkin hatikupun jika bisa telihat, mungkin sedang berbentuk seperti itu.

Pecah.

Berkeping-keping.

Tak beraturan.

Remuk!!!!

“Kejaaaaaaaaaaaaaaaaaam!!!”

weit…weit… Kejam? yang kejam tuh saha’ neng??

(Yang kejam tuh si eneng, nih tangan udah ngilu semua neng cuma buat di benturin ke kaca,, sadar neeeeeng, ni kepala juga mulai pening neng,,, perut mual  di ajakin tereak-tereak mulu,,mata bengkak, ngilu neng,,,, mbok besok lagi kalau marah jangan bawa-bawa kita,,,,)

“Hikz,,, hikz,,,” aku terguguk, ambruk,,, badanku tak mampu lagi menopang jiwa lemah ini..

2 responses »

  1. Vee..
    sepertinya pedih sekali..aku tau seperti apa rasanya itu..
    kejam memang..! tapi.. inilah bagian hidup kita..yang tak mungkin dihindari..nanti..dan pasti.. kepedihan ini akan hilang, seiring hari yang pergi..maaf..aku juga tau..hari berjalan begitu lambat..dan malas..! hingga kepedihan itu begitu lekat tak lekang dengan segera..kita kembalikan semua pada NYA..Ok?agar didapat kesabaran dan ketenangan pada jiwa terluka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s