Gadis kecil itu, Azura II

Standar

Hari ini aku bertemu Zura lagi di Pasar Johar, tepat di depan penjual es campur dimana sering banyak orang menunggu bis yang menuju ke arah Jl. Pemuda.

Kali ini pertemuan kami berbeda dengan pertemuan kami terdahulu, kali ini tak ada dompet yang berpindah tangan, meski Pasar Johar gudangnya tangan jahil.

Tak ada tangisan Zura yang tertangkap oleh mataku setelah  jemari lentikku berhasil membekuknya.

Tak ada hal- hal yang seperti kemarin kecuali kami bertemu lagi.

Aku mengadakan janji dengannya di sini, Aku ingat bahwa Ayu’, Adeknya Puw juga kelas enam SD, dan mempunyai begitu banyak LKS yang bisa ku fotocopy sebenanya, tapi karena kata Zura LKS nya tak boleh fotocopyan, jadi aku tak bisa memberinya kemudaha LKS.

Tapi karena aku lihat buku-buku apa yang di perlukan Ayu’ yang selalu rangking itu, jadi kupikir, aku akan membantu Zura untuk membeli buku-buku yang di butuhkannya sama seperti Ayu’ di Pasar Johar ini. Meski hanya loakan yang penting kan isinya. Masalahnya aku hanya seorang anak kost yang uangnya pas-pasan, aku tak bisa membelikannya di Gramedia kemaren. Wong mbayar kuliah aja mesti ngutang sama Puw, yang kebetulan berbaik hati padaku.

Kami berputar-putar mencari harga termurah untuk buku yang akan kami beli, aku tak ingin hanya memberi Zura uang. Aku pernah melakukan itu pada bocah laki-laki di pom bensin Poncol, Aku senang sekali melihatnya meloncat-loncat kegirangan setelah sebuah lembaran keluar dari sakuku. Tapi apa yang terjadi setelah itu? ada tangan lain yang dengan kasar mengambil uang itu, seorang ibu yang peminta-minta juga. Sampai sekarang aku masih ingat wajah Ibu yang menggendong bayi dan meminta-minta di Pom bensin Poncol waktu itu, aku sangat benci dengannya. Meski ia tak sepenuhnya merampas uang yang ku berikan pada si bocah lelaki. Ia memberikan selembar ribuan pada si bocah,, dan tentu saja bocah itu masih tetap melompat kegirangan karena tak semuanya di ambil oleh tangan kasar di sebelahnya. Mana tau bocah sekecil itu dengan sebuah nilai uang, yang sebenarnya dia hanya memperoleh sedikit persen dari lembaran yang tadi sempat di pegangnya.

“Zura nggak sekalian membeli paket IPS sayang?” Aku bertanya lembut pada Zura yang kali ini berpakaian lebih rapi karena tau akan ku ajak jalan-jalan.

“umnggak ah,,” Zura menggeleng. ” Zura dah punya kok kak, hasil ngamen minggu kemarin lumayan juga.

“Zura kemaren rangking berapa?”

“Tiga”

” Bagus dong, emangnya nggak ada beasiswa  ya non?”

“Nggak tau!”

“kenapa nggak di urus? kan lumayan rangking tiga?”

“Nggak ada waktu ngurus ini itunya kak,”

” Padahal Zura rangking tiganya paralel loh kak, kalau di kelas Zura sih rangking satu.”  Zura mengumam sendiri.

Waow? Bocah yang berprofesi pengamen ini ternyata bisa masuk paralel rangking 3,, bisa mengalahkan Ayu rupanya. Semoga saja aku selalu di beri berkah oleh Alloh untuk bisa berbagi dengannya, meski aku tak bisa menjadikan sebagai anak asuhku sepenuhnya, tapi setidaknya, ijinkan aku untuk sesering  mungkin berbagi dengannya.

Dia begitu kocak kalau sudah bercanda, dia juga senang sekali ketika ku suruh menyisiri rambutku di parkiran tadi.

“Zura seneng deh nyisiri rambut kakak,,,” Katanya merajuk.

“Kenapa?”

“Soalnya lurus dan pendek, jadi Zura nggak capek, itung-itung amal,, hehehe” , Dia pamer nyengir kuda yang tidak lucu itu.

” Kurang ajar ya?!!!” Ku pelototi dia.

” HAhahaha…, kakak kalau melotot lucu, kayak voldemort”..

” Sok tau kamu, emang kamu tau voldemort?”

” Penyihir jahat, weeeeeek,” segera dia melarikan diri dari cengkeramanku yang akhirnya hanya mengenai angin, dan kami tertawa bersama di parkiran, sebelum menuju pasar loak dimana kami berdiri sekarang.

” Ntar Zura mau jalan- jalan kemana sayang?” Aku menawarkan pilihan padanya. Tapi kemudian wajah bingung malahan yang menghiasinya.

” KOk bengong? apa perlu kakak juga yang milihin?”. Zura menggeleng.

” Bukan itu kak, tapi kan Zura harus ngamen lagi, terus abis itu belajar sekalian jagain luna dan bintang, lagian besok Zura ada ulangan matematika kak”. Jawabnya penuh penyesalan. Mungkin menyesal karena tak bisa menikmati masa kecilnya untuk sesekali keliling semarang, Atau menyesal karena merasa risih telah menolak ajakanku, entahlah.

” Yawdah gak papa, gag sah manyun gitu ah,,,” ku cubit bibirnya, dan berhasil mendapat cubitan spontan dari nya.

“Aaaaaaah kakak,,,!” Dia pura-pura membentak, tapi kemudian tertawa ngakak, lepas, bebas, lucu, dan aku menikmati kebahagiaannya, kelegaannya.

“Kapan-kapan kenalin Zura sama Ayu’ ya kak..” rajuknya.

” Yupz,, ocre    , apa sih yang enggak buat Zura?hhehe… !”

” Tapi bisa nggak? kalu Zura- sesekali libur?”

” Nggak bisa kak, Zura harus menabung untuk melanjutkan SMP, meskipun Zura tak ikut menanggung beban keluarga, karena tak boleh memberikan setoran pada Ibu, tapi Zura tetep ngamen buat SMP Zura nantinya.”

Ouw,, kekuatan yang dasyat untuk keinginannya melanjutkan sekolah.

” OUya, emang siapa yang ngelarang ngasih setoran?”

” Kata ibu, ibu masih kuat membiayai kami bertiga, jadi Zura nggak boleh terlalu ngurusin keuangan keluarga, itu tanggung jawab ibu.”

” Ibumu hebat ya Non,,,” Aku mengelus rambutnya yang lebih rapi dari kemarin, dan berbaur dengan shampo Rejoice nya. Zura tersipu malu.

” Kenapa tersipu gitu??” Aku heran padanya.

” hihihi, baru kali ini Zura di panggil, NONm berasa kayak nyonya Rumah yang kaya ya kak”.

Ikh ni anak masih bisa bingkin perut mulas juga yah…

==========================

Lanjuuuuuut —->

Halaman —–>12 3 4

9 responses »

  1. Haluuu, askum… met kenal yah… blog kamu cool banget, cerpennya juga tuh, apalagi orangnya..heheheheh, sukses yah….

    o> Vee <o
    makasih, dan amiiiiin, smuga kita sama2 sukses yah

  2. hehehe maaf saia cuma inget sama es campurnya
    hihihi
    nice share ….!!!

    o> To thejackpiano <o
    ouh, masih mending maz di kasih ingatan, meski hanya es campurnya duank,,,:mrgreen:

  3. ass wr,wb…Ok juga Cerpen kamu, udah bisa tuh jadi penulis handal, masih ada cerita yang laen kah? aku penasaran pengen baca sambil belajar iya ngga! Blog kamu juga bagus?

    salam kenal dari aku…
    sukses for u

    ichal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s