Sial yang mempertemukan ku kembali (sekuel dari hari yang mempertemukanku…)

Standar

Semenjak pertemuanku dengan si imut itu membuatku sedikit genit. Jadi sok imut, soalnya dia sempat bilang kalu aku imut,,meski cuma sedikit, dan selebihnya amit-amit.
Aku masih ingat, ketika si imut pulang dari rumah kostku bersama kak fandi, seorang teman kostku melihatnya, meski tak secara gamblang.
“Cekuock bar kencan kiiii??” ( Cekuock abis kencan nih).
dia meledek ku.

“Sing siji nggo aku ra kuock” ( Yang satu buat aku donk kuock)
Ih dasar ni anak gemblung, dia panggil aku cekuock!!! ugh,, tapi yo trimo wae lah, Dia pikir, kak fandi adalah gebetan ter “gress” ku, dan yang satu hanya pengantar ( meski dugaannya tentang sang pengantar itu tepat, tapi tentang kak fandi gebetanku,, eits,, tunggu dulu brow).
“Hehe, imut to Al?? Justru itu yang lagi tak incer, ojo mbok jaluk tah” ( Imut to Al? justru dia yang lagi kuincar, jadi jangan diminta donk).
Aku jadi sok membatasi, padahal dia mau sama akupun belum tentu…hikz,,,
Nggak papa laaah,,,biar aku tak dapat, yang penting temankupun tak boleh dapat… (😀 ).
Tapi nyatanya?
setelah itu dia asik dengan sms-sms gokilnya, dan itu pertanda dia respect sama aku, entah sebagai temannya, entah sebagai ehm-ehm….
Entah untuk tempat pembuangan pulsa ngnggurnya,,hikz..😦
Dia pikir hanya dia yang punya sms gokil? aku pun banyak yang bisa ku kirim balik, pertanda serangan balasan!!!.
=============================

Empat hari berselang setelah pertemuanku dengan Puw,Aku meneleponnya pagi-pagi, setelah sore kemarennya dia sms,, tapi aku nggak sengaja telpon kok, CUMI ajah, eee gag tawnya nyambung,,,
Saat itu aku sedang gejala typus, dan itu menjadi prbincangan kami pula.
===================================================

Malam minggu berikutnya setelah pertemuan ku dengan fandi dan puy kemaren.

12 juli 2008

,,,,,,,,,

Sepertinya sudah terlalu sering aku singgung tentang jadwal kerjaku, yang jika hari sabtu, malam minggu yang katanya malam yang panjang itu selalu ku habiskan di tempat kerjaku, karena aku masuk siang, pulangnya jam 09.00 malam.

Dan karena hari ini aku dari kampung halaman, ya di Batang itu, otomatis aku berangkat tanpa sepeda motor, biasalah,, paling nanti minta di jemput sama mas an, kakakku.

Sekitar jam setengah sembilan aku mulai sibuk menghubungi kakakku, tapi tak juga nyambung, tak bisa ku hubungi mas an…Aku mulai bingung,, waduw,,, mau pulang dengan cara apa niiiii??? aku berteriak sendiri dalam hati.

ini sudah malam, mana ada bis dan angkot melewati kostku????

akhirnya ku teliti hpku, siapa tau ada nama yang bisa ku hubungi untuk kumintai tolong menjemputku.

“Rina” Ah, kan anak-anak kost pulang kampung semua.

Teman-teman kampus juga pada pulang, kan libur panjang.

Siapa ya orang semarang yang bisa ku mintai tolong?.

Ku cari di sms yang baru masuk, daaaaaaan, ah itu dia!!! sms yang terakhir kali masuk. “Puwpuw”.

“Tapi kan aku baru mengenalnya, meskipun dia lucu, aneh, dan suka sekali mengirim sms-sms aneh dan lucunya untukku, tapi kan aku baru kenal, masak dengan PDnya aku minta tolong dia??mau di taruh dimana mukaku???” Aku menggumam sendiri.

Tapi jarum jam terus berputar, dan berputar terus,, membuatku semakin bingung mau pulang dengan cara seperti apa, ngesot jelas nggak mungkin,, apa lagi loncat-loncat,,, dengan menghilang, aku tak punya ilmunya (emangnya sebangsa setan??).

Akhirnya ku putuskan menulis sms untuk puwpuw,,” haiyah,, paling wong edan wae kok,, paling dia nggak akan berpikir yang aneh-aneh tentang aku, nggak mungkin juga ke PD an kalau aku suka sama dia”…

Hai wong aneh,,,bisa minta tulung ndak?” sent sms… terkirim lah pokoknya.

apa neng?” dari sejak bertemu, dia senang sekali memanggilku oneng, jahat kali dia!. Tapi gak papa wes, wong aku mau minta di jemput kok, minta tolong kan penuh pengorbanan, nggak papa lah di panggil oneng juga.

Kamu bisa tolong jemput aku g puw?hikz,,,😦 ”

Sekarang? oke deh,, tunggu ya neng”

“makasih”

********

Seperempat jam berlalu dari terakhir kali ku sms dia,, baru dia menongolkan helm merahnya, dan senyum imutnya yang aduuuuuuuuuh,, imut bangeeeet.

“Udah belum neng?”

“iyah, ni tinggal pulang,, ayuk” Ku ajak dia pulang, setelah berpamitan dengan rekan kerjaku.

Baru kali ini aku membonceng pria yang ku kira masih SMA ini.

Tapi dia masih memperlihatkan jurus lucunya, nyaman banget ngobrol sama dia.

“Neng, tadinya pas di telepon, pas kamu ngomong sama fandi itu loooh, kamu inget?”

“iya, kenapa emang?”

“tak pikir kamu Mc radio, atau nggak, yo yang jualan di simpang lima yang tereak-tereak seribu tiga, hehehe ”

“Sialllaaaaan!!! kok bisa?”

“Abisnya kamu kalau udah ngomong nggak ada titik komanya, dan nggak bisa di sela, nggak ada jeda”

“wew? tapi kan bukan berarti aku yang jualan kaki lima itu??!! kamu nggak liat betapa cantiknya aku??”

“wekz…cantik dari hongkong? eh salah dari afrika???”

Diam,,, hening,, tentu aku pura-pura marah dengan kata-kata konyol bin nyebelinnya dia.

“hey” Puw mencoba meminta maaf, mungkin.

Aku masih tetap diam.

“hey, neng,,,” Dia yang masih dalam posisi tangan memegang stang motornya itu menoleh padaku, ouuuuuh, so sweeet lagi-lagi aku terpana melihatnya.

“apah?”

“besok kamu berangkat jam berapa?”

“enam”

“pulang?”

“dua”

“jalan-jalan yuk,,refreshing gituh,, lagian aku jarang libur, boleh juga nih jalan-jalan sama guidenya semarang..” candanya.

“guide semarang? siapa?”

“kamu to neng, najan kamu bukan orang semarang, dan aku yang orang semarang, tapi kan kamu jauh lebih tau jalan-jalan di sini, ketimbang aku, gimana? mau nggak?”

“ummm,,, boleh si, daripada sendirian di kost juga”

“sekalian nyari makan, kan kita sama-sama pecinta makan, pembudak perut, hehe…”

“ikh, kita? kamu aja kaleeee, gue enggak!!!” aku meniru gaya celotehan si ruben onsu.

hehehe…

Kami tertawa bersama, dan begitu seterusnya hingga kakiku menginjak kost hunianku…
Eeee dasar sial, dah nggak ada yang jemput, ini malah malam-malam nggak pegang kunci kost.
Akhirnya dengan penuh rasa sungkan, aku minta di anterin puw ke rumahnya sang penjaga kost yang “comel“nya minta ampun itu.
“Kamu mau nganter aku ke Pak Beki nggak?” Aku menaikkan alis, dengan tampang paling memelas..
“Kalau aku nggak mau nganter? terus kamu mau gitu jalan kaki?”
Ku geplak punggung bidangnya,, “jahhat,,,”
“hehe…” plengeeeeeh, lagi-lagi dia tersenyum aneh!!
Tentu saja itu hanya bercanda,sebagai cowok, kalau pengin di bilang “gentleman” ya harus mau berkorban wat yang mbutuhin, tul gak??….
Kemudian di antarnyalah se’orang aku ke Pak Beki, yang aku sudah merinding sebelum meminta kunci padanya.
Karena kejadian yang sudah-sudah, aku tuh selalu di payah,di bikin repot sama Pak Beki, si Mr.Comel.
Daaaaan, Yup, benar dugaanku, aku tak mendapatkan kunci darinya, dan seperti biasanya, aku akan di lempar kesana dan kemari, di suruh ke Mas wawan si pemilik kost, tapi dari mas wawan, katanya kunci ada di Pak Beki,, seperti itulah yang biasa terjadi.
Aku harus wira-wiri untuk mendapat kunci dan tidur di dipanku yang tak empuk.
MASALAHNYA!!!, kali ini aku sedang merepotkan orang yang sedang ku taksir,,, dan ini sudah MALAM!!!.
Dasar Penjaga kost GILA!!!!.
Untung setelah aku mendapatkan kunci, dan kembali di antar ke kostku oleh Puw, aku kembali bisa tersenyum meski masih sungkan dengan puw.
Puw kembali mendinginkan amarahku pada Mr.Comel.
Lagian, kan malu kalau terlihat sangar terbakar kemarahan di depan puw…
“Neng, besok jadi kan kita refreshing?”
Ouh,,, dia masih ingat dengan ajakannya.
“Boleh,,,,” Ku jawab masih dengan sedikit tarik ulur.

Dan akhirnya, senyumku kembali merekah,
senyumnya juga merekah di bibirnya yang tak merah..
“Yawdah, besook sekalian makan enak wahai pembudak perut” Katanya.
“Siapa?”
“Kita” jawabnya
“Kita?? lu aja kali, gue enggak!!!” Lagi-lagi jurus itu keluar dari bibir manis dan mungil dan merahku ini.
“Hehehe” Kami merenges bebarengan.
Dan tertawa bebarengan.
Dan tersenyum seindah mungkin bebarengan.
Dan senyumnya itu masih terngiang hingga lelapku.

“ZZZZzzzzz,,,zzzzzz,,,gergooughhh@$^%^& ” ( ih cakep-cakep gini doyan ngorok juga)

4 responses »

  1. o> To isyifa <o
    Bukan hanya ceritanya yang panjang, judulnyapun ikutan panjang,,,
    liat aja noh..
    hehe,, lam kenal jugah, kalu gag biasa baca yang panjang-panjang, nggak usah di baca ya fa’, masalahnya bakalan tambah panjang daftar puyengmu..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s