Tolong bantu aku Kembalikan kakakku…

Standar

Ada yang bisa bantu aku tak???

Aku punya seorang kakak laki-laki, yang kupanggil “Mas An”

Selisih usia kami 4 tahun, berarti sekarang usianya 25 tahun, aku sangat menyayanginya, bahkan ketika seperti sekarang, dia menjadi sosok yang menyeballlkanpun aku tetap menyayanginya.

Tolong bantu aku untuk mengembalikan kakakku ke bentuk semula.

Sekarang, aku merasa tingkah polah kakakku bahkan lebih kekanak-kanakan jika di banding dengan Mila, ponakanku yang usianya baru 3 tahun.

Dia tak pernah lagi mau memperdulikan kami keluarganya, meski itu tak ia maksudkan, tetapi kami merasa kehilangan dia.

Aku tak tau awalnya, tapi yang aku rasakan, dia seperti depresi, tapi tak ingin menampakkannya pada orang lain.

Kemungkinan besar, penyebabnya adalah tak bisanya ia membawa amanat orang tua, karena kuliahnya yang mencapai 14 semester dan terancam DO.

Karena desakan-desakan ibu yang terus menerus menanyakan perkembangan kuliahnya, sementara dia sedang tak ingin di tekan.

Karena desakan-desakan kekasihnya yang sudah lulus duluan, dan sekarang usia mereka sudah matang.

Dan sekarang justru aku ikut-ikutan depresi karena berada di tengah-tengah mereka, aku tak ingin melihat kakakku tertekan, makanya ku bebaskan saja dia.

Tak pernah ku tanyakan sudah sampai mana skripsinya?? tak pernah ku tanyakan, kapan wisudanya, kapan ujiannya, aku tak tega menanyakan itu.

Sementara ibu selalu mendesakku karena dia juga mulai tertekan dengan pertanyaan teman-temannya mengenai kelulusan mas An.

Terkadang aku bingung, kakakku depresi, dan ingin menutupinya di hadapan ibuku, s ementara ibuku yang ingin kakakku yang semula, itu selalu menyuruhku untuk mengatasinya, dan selalu dan selalu dan selalu bertanya padaku bagaimana cara mengatasinya.

Dan aku selalu menyuruh ibuku untuk jangan menggubris kakakku, biarkan saja dia hidup dengan cara dia, masih untung dia masih punya perasaan untuk tak berbuat negatif.

=======================

Kemarin waktu aku pulang kampung, ibuku curhat panjang lebar tentang penyakit kekanak-kanakannya kakakku.

“Nduk, ibuk ki bingung karo masmu (Nduk, ibu tuh bingung dengan kakakmu)”…

“Mas An teng nopo malih bu?( Mas An kenapa lagi buk?)”

“Pas minggu kan ibuk demam yo nduk? ibuk mboten saged masak, lah karepe ibuk, mas An tak paringi arto ngge tumbas sekul”

(“Pas minggu ibu kan demam? Ibuk nggak bisa masak, lhah maksut ibu mas An tak kasih uang untuk beli makan“)

“Lhah teruz?”

“Lhah kok malah tumbas ma’em piyambak, di ma’em piyambak ten warung,, ibuke mboten di urusi, mboten di tumbaske, Ibuk yo sedinten mboten ma’em, lah wong tangi mawon mboten saged, yo bubukan tok kalih mimik putih sing di silingke budhe”

(” Lah kok malah mas an beli makan sendiri, di makan di warung, ibuk nggak di pedulikan, nggak di belikan makan sekalian, yo jadi ibuk seharian nggak makan, lah wong bangun aja nggak bisa, jadi cuma tiduran ajah sama minum aer putih di ambilin budhe”)

“Astaghfiruloh MAS AN!!!” aku membentak sendiri, tapi malah mengagetkan ibu.

Aku tak habis pikir dengan kakakku yang satu ini, kenapa dia begitu tega?? Tapi aku tak bisa sepenuhnya mempersalahkan dia, karena diapun tak punya maksud untuk tak memperdulikan ibu, hanya saja dia memang tak berpikir ke arah sana, ke arah betapa ibu juga butuh kasih sayangnya, apalagi ibuk sedang demam, ini malah nggak di kasih makan.

Seandainya aku ada di sebelah ibu, mungkin tak kan seperti ini juga, semoga aku bisa segera lulus kuliah, dan bisa menyanding ibuku seterusnya.

Aku tak tega, tiap hari ibu harus kelelahan, mengurus pekerjaannya, mengurus cucian mas an yang seabreg-abreg karena senang sekali berganti pakaian tapi tak mau mencuci,,

Aku tak tega melihat rumah berantakan seperti kandang ayam, hanya karena tangan ibu yang hanya dua, dan harus mengurus kakaku yang ndablegnya minta ampuuuuuuuun!!!

“Tuhaaaaaaaaaaaan, kembalikan kakakku!!! ”

“Ada yang bisa bantu aku mengatasi kakakku????”

7 responses »

  1. tegur aja bos…
    terkadang diam tak bisa menyelesaikan masalah.
    oh ya, sedikit kopi paste dari artikel antah baerantah,moga bisa sedikit membantu.

    Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.

    “Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata nenek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”

    Mereka pulang. Sang nenek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu menge-luarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.

    “Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, nak !” nasihat nenek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

  2. Saya ikut sedih dengan apa yang anda alami, kalau saya boleh ngasih masukan, ada bbrp hal :
    1. kakak anda kemasukan sejenis jin (saya tdk mengada-ada), karna jin masuk dalam bbrp situasi A)dlm keadaan sangat sedih, B)dlm keadaan sangat cemas dan tertekan, C) dlm keadaan sangat marah, D) dlm keadaan pikiran kosong,mabuk “olh narkoba/minum2an.
    2. kakak anda depresi berat yang mana gejalanya mungkin sdh dialami bbrp tahun sblmnya, dan sayangnya gejala tersebut begitu samar bagi dia maupun bagi orang sekitarnya, sehingga puncaknya baru terlihat sekarang.
    adapun penyebab depresi bagi remaja biasanya :
    A. Dia merasa terkekang & tertekan baik olh keluarganya, lingkungannya atau karna dari dalam dirinya sendiri
    B. Dia ada keinginan, namun keinginan tsb tdk tercapai2, dan keinginan tsb hanya dia pendam saja dlm hati, yg lama kelamaan dia merasa bahwa slh satu penyebab tdk tercapainya keinginan tsb adl karna tdk ada “orang yg mengerti” yg mau mendukung dia, sehingga akhirnya ia menyalahkan dan marah pada smua orang, “termasuk pada IBU anda”.
    C.Dia merasa kuper, dan kurang bisa mengikuti cara pergaulan anak-anak muda jaman sekarang, akhirnya ia bertingkah seperti kekanak-kanakan. Dan ini adlh salah satu keslahan cara pendidikan Orang Tua jaman dulu,dimana anak diperlakukan terlalu “dikebiri” sehingga tdk berkembang kreativitasnya.Biarkan ia bergaul, biarkan ia mengerti seperti apa dunia ini,campurkan ia dengan teman-temannya yg dia anggap gaul “tapi jgn ikut-ikutan yg jelek2nya” (Orang gaul blm tentu nakal, orang gaul adlh orang yang memang punya banyak teman dan menyenangkan dsbnya, kita slama ini slh persepsi dgn orang yg gaul, bahwa gaul=nakal)tetapi tetap dilihat, karna dgn pergaulan wawasannya akan terbuka

    (KALAU ANDA BERAGAMA ISLAM)
    Kemudian solusi selanjutnya :
    1. Ruqyah syariyyah bukan ruqyah syirikiyyah atau dukun/orang pintar/Kyai/Ustadz/Paranormal,
    Perlu diketahui syarat seorang peruqyah adl sbb: A. Orang yg keislaman, keimanan dan ketakwaannya tdk diragukan lg
    B. bukan orang munafik, fasiq, yg mencampurkan kebenaran dan kebatilan “shalat ia maksiat tetap”
    , jgn tertipu dgn kedok ustadz, kyai “yg ngaku punya ilmu kanuragan, tenaga dalam, bs transfer energi, bs buka aura, ahli tasawuf dsbnya” itu namanya batil/wali setan dsbnya.

    2.ajak kakak anda sedikit demi sedikit kembali untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. sering mendengarkan ceramah di TV ketika shubuh. jgn sampai terpedaya dgn islam-islam yg sesat
    Contoh Islam yg sesat :
    A. LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)
    B. Ahmadiyah (yg rasulnya dari india) Bkn Muhammadiyah
    C. Islam-islam yg punya ilmu kanuragan, tasawuf dsbnya. karna ilmu kanuragan itu jelas-jelas berasal dari JIN, ygmana dlm Islam itu tdk dibenarkan

    3.Jgn ditekan terus, karna sebenarnya dia sdh tertekan, Bisa-bisa nanti dia BUNUH DIRI

    3. Ajak Juga ke PSIKIATER

    CAT : suruh juga agar dia membaca surat-surat ruqyah yg ada di Al_Qur’an, lakukan stlah shalat, dan kalau bisa lakukan dgn Istiqomah (terus-menerus) +
    SHALAT TAHAJJUD

    Mungkin hanya itu masukan dari saya, smoga Bermanfaat Dan Lekas Sembuh

    “JGN PUTUS ASA, KARNA SURGA imbalan bagi orang-orang yg SABAR dgn COBAAN yg Allah berikan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s