Hari yang mempertemukanku…..

Standar

Aku bertemu dengannya 5 bulan 7 hari yang lalu. Tepatnya tanggal 6 Juli 2008.

1_472668270l

Dia kekanak-kanakan, lucu, dan membuatku terus memperhatikannya hingga mengabaikan temannya yang justru punya maksud bertemu denganku. Yupz, dia hanya seorang pengantar. Tak seharusnya seluruh perhatianku tersita untuknya. Bahkan setiap kata dan gerak-geriknya waktu itu, aku masih mengingatnya.

Aneh dan lucu, melompat kesana-kemari kayak kelinci. memperagakan seluruh ceritanya, misal dia berkata ” aku lari”, maka dia akan mempraktekkan bahwa dia sedang berlari, dengan memaju mundurkan tangannya, lari kecil di depan kami, persis seperti bocah berumur 10 tahun.

Awalnya dia hanya diam, memperhatikan aku dan kak fandi mendongeng. Dia tetap menempatkan posisi di atas motornya, sementara aku dan kak fandi duduk di teras. Dan sementara itu pula,, aku terus mencuri pandang kepadanya,, lucu banget,,, ngegemesin, meski hanya diam.

Diapun sesekali kepergok oleh mataku sedang memperhatikanku.

“Halluuu maz,” Aku mencoba mengajaknya bicara, setelah aku puas berbicara dengan kak Fandi. Temanku yang minta di antar sama si imut yang terus menyita perhatianku itu..

“Hai,” dengan kemayu ia menjawabku, plus lambaian khas bencis, tapi tetap terlihat kekanak-kanakan. LUCU.

“Aku Vee,, kamu?” Dengan suara manja pluz kemayu juga ku mengakrabkan diri dengannya, kan kasihan kalau dia merasa seperti “obat nyamuk“, karena hanya mendengarkan pembicaraanku dengan kak fandi, sementara dia tak mengenal seorang aku.

“puy,” dia menjawab singkat, terkesan malu-malu, padahal akhirnya malu-maluin,,(kebongkar deh lu puw).

“Iih puing-puing derita emangnya? nama kok aneh!!” Aku menggumam, tapi sengaja biar kedengeran, hehe

“wew?” Puy bertuing-tuing ria.

“Eh dari pada kamu, kayak oneng,,,cakep-cakep kok o’on!!”

“Yeeeee, kurang ajar!! situ oke???!!” pengen banget ku uyek-uyek kepalanya yang berambut harajuku itu.

“Eh neng nomermu berapa si’ ?”

“Lhoh? kan kak fandi punya’ ”

“Tapi aku kan belum punya” Puw naik banding.

“Yowes, 08132600…..” ku sebutkan angka yang bisa menghubungiku,,

“lhah kamu?” gantian ku minta punyanya.

“nggak punya”

” ntuh yang di pegang hp na sapa?” aku tak mau kalah, akhirnya di sebutkan pulalah nomer-nomer yang tak asing untukku.

“085641631”

“hayo terusin, nggak usah pake acara pelan-pelan gitu napa?!! mau tak pentungin??? kamu kan yang gaweane sms aku??”

“hehe…😀 ” plengeeeh, mrenges dia…

====================

pulang dari kerja aku di boncengin kak fandi, tapi nggak tau kenapa, bahasanku malah selalu puy,, apalagi pas dia kebelet pipis,, ugh wajah memelasnya bikin aku dan kak fandi ketawa ngakak.. Akhirnya kita berhenti di pom bensin.

Sesampainya di kostku, kata-katanya pun masih teringat hingga sekarang.

“Neng, tak saranke,, habis ini kamu bikin mi rebus, biar perutnya anget,,, soalnya tadi kamu nggak mau makan nasi gorengnya…”

Ugh perhatian banget siiii, padahalkan si imut ini baru ku kenal dari kak fandi??

“makasih puing-puing derita” aku menyautinya,,

kak fandi mengajakku bersalaman untuk pamit, tapi aku menolaknya,

“ati-ati aja ya kak” Kak fandi terlihat kecewa dan mengajak si imut meninggalkan ku.
Itu perkenalan pertamaku dengan puwpuw(sekarang aku memanggilnya puwpuw).

5 responses »

  1. wah pandai bangat loe cerita ny ampe detail…hehe
    klo gw bca blog loe kykny loe ntu orng ny asik..!!asik ng loe.hehe
    lanjutin y cerita ny..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s