Lagi…. Ibuku kembali menangis..

Standar

Hari ini, Sabtu 06 Desember, Aku kembali melihat ibuku meneteskan air mata…

Ingin aku ikut menangis saat itu…

Periiiih rasanya, seolah aku hanya seonggok tubuh tanpa guna, seorang anak tanpa bakti, sesosok bidadari tanpa gaun putihnya,, aku tak berguna…

Aku kembali membuat ibuku menangis,,,

Saking dekatnya aku dengan ibu, sampai semua masalah tak pernah absen kubagi dengannya, termasuk masalah yang kuhadapi sekarang. “SKRIPSI”.

Itu adalah masalah terpelikku.

Skripsi, telah membuatku sedikit pesimis, bimbingan demi bimbingan membuatku semakin terpuruk, bukan hanya memikirkan skripsi saja, tapi juga memikirkan mau bertahan berapa lama lagi untuk hidup di Semarang.

Hartaku terkuras habis,,,

Tapi untuk urusan uang tentu aku tak akan pernah mengungkapkannya kepada ibuku,,, apalagi dari semenjak kemarin aku dirumah, ibuku selalu mengeluhkan pengeluarannya.

Lihatlah,,, hanya karena sebuah skripsi saja ibu bisa begitu mudah menangis,, apalagi sampai ku ceritakan cara hidupku sekarang..

Aku mengerti perasaan ibuku sekarang ( meski hanya secuil yang ku mengerti). Aku tau, betapa hanya aku harapan ibuku saat ini.

Kakakku sudah kebablasen kuliahnya, sudah 14 semester, dan tak menampakkan hasil apapun,, sekarang tinggal aku. Apa kata orang dan teman-teman gurunya yang lain jika kedua anaknya tak ada satupun yang bisa di banggakan, tak ada satupun yang menyelesaikan kuliahnya, tak ada satupun yang bisa diharapkan, tak ada satupun. Apa kata orang??

Mungkin saja banyak cemo’ohan, betapa ibuku tak becus mengurusi anaknya, ataw betapa ibuku hanya bisa memaksa anak-anak orang lain untuk belajar, tapi tak bisa memberikan pelajaran pada anaknya sendiri…

Pikiran itu sudah pasti ada di benak ibu. Dan itu hanya menjadi beban ibu seorang, tak ada penopang sejak Ayah pergi.

Pikiran ibu semakin kacau mungkin, sehingga tak kuat lagi menahan tangis, di depankupun dia berani menangis, tanpa tedeng aling-aling.

Ibuku pasti sangat menderita.

Dan aku semakin merasa perih setelah aku akan berangkat ke Semarang tadi siang, saatnya ibuku memberikan uang jatah bulananku, dia kembali mengeluh, ternyata keluarga kami benar-benar sedang di coba.

Untuk makan saja susah, untungnya rumah kami besar, jadi tak terlalu kentara di mata tetangga bahwa sebenarnya sekarang kami sedang miskin. Sangat miskin.

“Nduk, tak sangoni kawan atus mawon nggih” Ibu bicara sambil kebingungan.

“Nggih bu'” Aku menenangkanh ibu.

“Lhah niki artone nina bade di beto sedoyo nopo?” Ibu menanyakan perihal uangku, aku pernah menitipkan uangku pada ibu, dan memang ini saatnya harus ku ambil, untuk nutup pengeluaranku.

“Lah ibu taksih wonten mboten?” Aku menanyakan keadaan ibu jika uang itu ku ambil.

” Sing penting skripsimu rampung nduk, ibuk we gampang, mboten maem yo mboten nopo-nopo, wong sampun biasa,,,”

“glek” aku menelan ludahku, tenggorokanku semakin sesak, sebegitu parahkah ekonomi keluargaku?

Sebegitu terpurukkah?

“Niki nduk, tak tambahi 100 kagem skripsi mpun…” Ibu merelakan uang seratus ribunya untukku.

“Bu’, kagem maem ibuk mawon,, nina gampil,, nina saged pados-pados tambahan mangke ten Semarang..” Kembali ku yakinkan ibuku, bahwa keadaanku baik-baik saja.

Meski sebenarnya, keadaankupun tak lebih beruntung dari yang di rumah, tapi aku tau,, Alloh tak menutup matanya.

Dan Cobaan Alloh kepada umatnya, tentu tak melebihi kekuatan yang di miliki umatnya.

Mungkin ini ujian yang harus kami lalui untuk mendapat nikmat yang lbih berlimpah kelak…

4 responses »

  1. Vee..emang bgt ibu akan nglakuin pa aja dm anaknya,tp trkdang anakny yg tak mengerti,mlh sering bersenang2..pdhl ortu qt banting tulang dm qt..q ykn suatu saat tuhan akan memberikan nikmat yg lbh ma keluarga vee..maju terus vee..tunjukan kalo pd ibu vee,bhwa pengorbnan ibu vee tidak sia2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s