kesalahan “fatal”Q pada Ibu

Standar

“Astaghfirulloh” Aku hanya bergumam dalam hati, menyikapi ucapanku barusan,, aku membentak ibuku dengan keras meski hanya lewat suara handphoneku.



“IBUK MBOTEN SAH MAMPIR NGGEN NINA!!!” Aku bersuara keras,, bukan karena aku tak ingin ibuku mampir di kost, sesungguhnya bukan itu awalnya.

Hari ini ibuku sedang melawat di Solo bersama bulek dan tante dan sepupu dan om dan embah dan yang lain, sementara aku begitu ingin bertemu ibuku. Aku begitu rindu dengannya, aku ingin pulang untuk menemuinya tapi malah Ibu pergi ke Solo yang tidak memungkinkanku bertemu dengannya.

Tapi entah bagaimana aku ingin bertemu ibu, Ku telpon dia, ingin ku ajak mampir ke kost, tapi di seberang sana terlalu ramai katanya, sehingga ibu tak begitu mendengar ucapanku,, ku ulang sekali, dua kali, tiga kali,, tak juga ibu mendengar apa yang ku ucap. Kesabaranku mulai habis, dan tanpa sadar ku bentak ibuku. Meski di ujung sana kemungkinan besar ibu tak mendengar kemarahanku, tapi sungguh dalam hatiku yang terdalam, aku tak rela siapapun membentak ibuku, meski itu adalah raga yang ku tumpangi, aku tak ingin ibuku tersakiti meski oleh sebuah ucap.

‘Astaghfirullohaladzim” Lirih ku ucap dalam hati.

“Buk”

“nopo nduk” Rupanya ibu mulai mendengar setiap kataku, mungkin dia sengaja menjauh dari keramaian disana.

“Bu’, maap,, wau nina mbentak ibu’,, maaf yakin bu’ ,” Aku berusaha meyakinkannya, meski sedikit air mataku menitik,,

“mboten nopo-nopo, wong ibuke mawon sing mboten mireng” katanya meyakinkan bahwa bukan aku yang salah, tetapi dia.

Dan ini jelas semakin membuatku merasa teramat sangat bersalah, ibuku begitu tenang menghadapiku.

Dia bahkan tak ingin menyalahkanku yang jelas-jelas bersalah, aku guoblog, kutampar pipiku sendiri,, sungguh aku tak rela raga yang ku tumpangi ini menjadi setan yang menyakiti ibuku……………….

………..

Sungguh aku menyayanginya,

aku merinduinya

merindui seorang ibu seperti dia,, merindukannya berada di sisiku, di sampingku, mengelus rambutku, dan mencium dahiku sedetik sebelum ku terlelap..

Ibu,,

5 responses »

  1. jarang2 vee…ada anak muda cepat menyadari sebuah kesalahan..kamu ok bgt..

    o> Vee
    Maz Yono juga oke… Bukan masalah jarang atawa enggaknya maz, masalahnya hati,,, nggak tega mas,.

  2. Terus dah ketemu ibu belon?

    o> Vee
    Belum ik maz,,,
    Kan Aku siang kerja, malem kuliah, lum da liburnya,, nah kebetulan kemarin jum’at libur, mau pulang, malah ibu ke Solo,, Sedeeh aku mas

  3. Pa yg vee rasain ,pernh q rasain,tp bedanya..ibu q langsung menangis,smbl brkata”hati ibu sakit kl dibentak orang tp lbh sakit kalau dibentak anak sendiri”langsung q minta maaf smbil q rangkul ibu q…dlm hati..q merasa tlh menyakiti hati orang yg tlh sayang m q..
    N rela berkorban dm q..
    Vee..mksih ya smua artikel vee tntang ibu tlh bwt q sadar…btp mulianya seorang ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s