“Bu Parenta”, Cermin Ibu yang tersakiti..

Standar

Bu Parenta, begitu kami memanggilnya.

Kami anak-anak yang tergabung Dalam pesonel Kost 27, memanggilnya begitu, meski yang lain memanggilnya “Bu sumi”. Itu nama sebenarnya, tapi karena Suaminya bernama Pak Parenta, maka kami memanggilnya begitu.

Bu Parenta adalah seorang yang di tugaskan oleh Bapak kost untuk membersihkan kost yang kami tempati, Sebenarnya kadang kasihan juga melihatnya yang sudah berusia senja itu harus bekerja keras.

Usianya sekitar 70 tahun, Dia janda beranak 4, yang masih terlihat perkasa meski telah termakan waktu. Dia selalu datang pagi-pagi untuk sekedar membuang sampah, sampai dhuhur dia baru pulang.

Tapi hari senin kemarin, dia tak juga beranjak pulang, hingga aku pulang kerja.

“Lhoh bu’? njenengan belum pulang?” Aku bertanya kaget.

“Males,,” jawabannya singkat, tapi membuatku semakin penasaran.

“Yawdah, disini aja, nemenin aku”

“iya,,”

Kadang aku tuh mikir, orang setua itu, orang jawa tulen pula,, tapi ko bahasa Indonesianya itu jago bener, meski belibet.. Tapi yang jelas, dia ngobrol ngalor-ngidul ma aku tuh dengan Bahasa Indonesia, meski sedikit membuatku mengulum senyum dengan logatnya.

=================

Hari Selasa, dia masih belum pulang juga.,

Tengah malam, aku bermain ke kamarnya, kamar yang sesungguhnya di sediakan untuknya oleh Bapak kost, tapi jarang di tempatinya, karena enggan meninggalkan cucunya sendirian.

“Mbak, besok kalau ada telpon,ndak usah di angkat saja, itu anak saya”

“Lhah? emang anaknya napa Buk?”

“”Lahwong saya itu sudah muak!!!” Katanya sambil matanya berkaca-kaca.

“Saya itu misih (baca: Bu Parenta kalau ngomong masih tuh berubah jadi misih) kurang apa sih???”

“Rumah, sudah Saya berikan, kemaren baru saya tembok, anaknya(baca: Anaknya anak Bu Parenta= cucunya) saya sekolahkan,,Lantas kemaren ada apa-apa saya biayai,, lhah saya tu misih kurang apa??kok ya tiuap hari saya di peres, di mintain uang teruz,, sekarang malah seneng sama anak yang nggak bener.”

“Capek saya itu,”

Kembali dia tercenung dan merenung…

Kira-kira apa ya yang di renungkan??

entahlah….

Kadang sedih melihat Ibu-Ibu yang seperti itu, Semoga Ibu kita tak bernasib sama dengan Bu Parenta,,,

Di jaga yaaaa ibunyaaaaa….

“Beneran loh, di jaga….”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s