Peringatan!!!!

Standar

Semalem(12 oktober 2008)…

Semarang di guyur hujan deras. mending kalau cuma hujan deras, ini di sertai angin yang super kencang.

Aku yang kebetulan pulang kerja telat, yang seharusnya jam 4 sudah meninggalkan kursi kerjaku tapi malah molor sampai jam 5-an. Maklum cewek. Byazaaaa.. nunggu jemputan.

Nhah karena kemoloran jam itulah aku harus melewati perjalanan pulang yang lumayan berat. Maksudnya, berat karena harus melawan arus angin yang GUWEEEDEEE banget.

Aku bekerja di daerah Puri anjasmoro semarang. dan harus menuju sampangan. Alur yang ku lewati adalah jalan pusponjolo.

Angin besar di mulai dari Gerbang Semarang Indah. Kami (aku dan sang pahlawan yang kesorean jemput -red) Harus berusaha keras. Puw(namanya) terus- menerus berdo’a, yang terus-menerus ku amini pula.

Setiba di pusponjolo yang notabene jalannya bertepikan pohon-pohon besar itu, jeritanku tak kunjung berhenti.

Bayangkan…

Dengan angin yang besar, dan air hujan yang sedingin air es, kami terus melaju.

Pohon besar di kiri jalan yang berdiameter kira-kira 0.5 meter, yang biasanya kokoh berdiri tegak dengan jarak kurang dari 10 meter  dari laju motor kami itu tiba-tiba tumbang oleh Angin raksasa.

Aku terlonjak dari jok motor yang kami tumpangi.

Tepat di bawah pohon itu ada motor yang datang dari arah yang berlawanan dari kami. Aku hanya berdo’a semoga tidak terjadi apa-apa pada mereka yang berada di atas motor itu.

Melihat itu aku begitu takut meneruskan perjalanan, tampaknya puw mengerti itu. Lalu dia menghentikan laju motor. Dan berteduh di salah satu warung yang berderet memenuhi tepi jalan.

Aku terus melihat Pengendara motor tadi, mereka masih berkutat di sana menyelamatkan motornya, Entah kenapa mereka tak segera beranjak dari tempat itu. Tapi kemudian menyusul pohon di kanan jalan yang sama besarnya dengan pohon yang tadi juga tumbang. Jeritku kembali melengking bercampur dengan deru angin dan hujan deras pluz gelapnya malam tanpa listrik. Yupz Mati lampu!!!!. SUMPAAH aku takut banget.

Karena dua pohon yang berseberangan itu tumbang, secara otomatis jalan tertutup. Aku masih terkurung dalam kengerian itu, bersama mulut puw yang tak henti- henti berkomat-kamit meminta keselamatan kami kepada yang membuat kami hidup.

Tapi belum reda rasa takutku, tiba-tiba atap warung tepat di depan kami yang terbuat dari seng itu meluncur kebawah dengan suara ngeri, ” Wuzhhh!!! ngiinggg,,, klontang,,, bRuugH!!!!”

AAAAAhhhhh,,,,,!!!

“PUw kita pergi dari sini cepeeeeet!!!!!”

Puw langsung membelokkan motornya dengan susah payah, karena ban kami njeblos ke tanah becek itu..

Baru mau belok, ranting pohon yang menaungi kami, jatuh tepat mengenai pundak kananku. “AUW!!!!” Aku menjerit sebisanya dengan bibirku yang mungkin mulai membiru kaku.

“Neng???” Puw bertanya penuh cemas.

” Allohu Akbar,,, Allohuakbar..!!!” Suara adzan itu….

Akh ternyata kami terkurung sampai maghrib di sini. Kami harus segera sholat.

“Cepet puw, kita ke rumah mbahmu aja!!” Aku tiba- tiba teringat kalau puw mempunyai embah di pusponjolo setelah mendengar adzan itu. Karena tepat di depan rumahnya terdapat masjid. Kami harus segera menunaikan sholat.

Kami harus segera menuju masjid itu.

Kadang dalam keadaan terjepit, otakku bisa juga bekerja. Puw langsung putar arah dan mencari jalur lain, karena jalan di depan kami terkunci oleh pohon yang tadi tumbang.

“Ya Tuhan, semoga kengerian ini segera berakhir,,,” Aku menggumam.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s