Menekan Diri

Standar

suatu saat adakalanya apa yang kamu inginkan tak harus terwujud,
adakalanya kamu harus mengalah demi menekan rasa egoismu,
adakalanya kamu perlu meneteskan sedikit air mata untuk membayar seulas senyuman. Adakalanya semua itu akan terjadi padamu…
itu yang aku alami saat ini, setelah beberapa waktu lalu mengenal sesosok lelaki yang kini selalu mendampingiku.

1_505328080l

dya tak pernah mengeluh dengan kemarahanku..
tak pernah…

aku menyayanginya…

Semalam, dya tak bisa datang menemuiku, sementara aku sendirian,, hujan deras.
Tak ada teman,,
kulayangkan sebaris SMZ untuknya, hanya untuk menghilangkan penat saja.
“cintaaaaaaaaa…” itu smz ku
tak ada balasan, oke…
aku mengalah.

“syg, maaf td lg d jln, ni mu nganter ibu, maav g bisa nemenin km”
membaca sms itu aku diam,,
aku menggeram,,
ingin rasanya aku marah, tapi harus ku tujukan ke syapa?lagian ibunya baik,,,
inilah yang menjadi pelajaran berharga bagiku,
aku harus menekan dalam dalam egoisku, meski berat sekali menerima.
Bukan kah seharusnya aku bangga memiliki sesosok imam seperti dia,,,
dia begitu menyayangi ibunya, begitu patuh pada ibunya, meski sakit, tapi aku bersyukur..akhirnya ku balas juga sms nya…
” gpp, cuma pengen nyapa duank ko”
” gi ngapain yank?dah mam lum?” puw membalas
“gi merenung”
“napa?”
“gpp,,biznya bingung mu ngapaen, sendirian”
“loh mang nike kmn?”
“plg”
“ywdah entar abiz nganter ibu, lo gag kmleman aq kesana”
ahhh…senangnya
akhirnya dia mau nemenin aku, tapi,,,tidak, aku tak boleh merepotkan dia terus menerus,,meski hatiku ingin bersamanya saat ini, tapi tidak boleh, egois namanya jika aku membiarkan dia datang menemuiku.
“gag usah,, aku bisa sendiri kok, km istirahat ajah,, yah??”
“ga,,aku mau nemenin km, km keberatan gag?”
hatiku bergetar membaca kalimat itu.“kamu keberatan gag?” akh, entah aku harus balas apa?

“kok nanya nya gitu?”
ku tunggu jawabanya tak kunjung datang, akhh,, aku kecewa, paling dia gag akan datang, tapi bukankah emg itu yang aku mau, entah lah, rasanya sesak dadaku cuma masalah sepele seperti ini, inilah sebuah komitmen, inilah jika dua karakter di satukan, akan sesulit ini, tapi aku harus belajar dari sekarang,,
dari smua sikapnya,,
dari kedewasaannya,,
dari dia,,

“yawdah terserah km aja, aku turutin apa yg kamu mau,, jgn lupa mam syg, bo2nya jgn mlm2…”
akh…
kuhempaskan tubuhku, ternyata benar dia tak datang, sebegitu tak berartinyakah aku? aku kecewa..
tapi mau bilang apa?
sesak rasanya
aku kembali sendirian
tak ku balas sms nya
meski dia berbaik hati memperhatikan makanku, memperhatikan tidurku, tak peduli..
apa peduliku???
!!!

kuhempaskan tubuhku ke dipan mungil kostku,,
ergggh,,
ku pasang headset ke telinga, membunyikan radio di hp ku, lalu ku pejamkan mata…
kunikmati tiap kata kata dalam setiap lagu, tapi tak bisa menghapus rasa bersalahku,,
bersalahkah aku jika aku tak rela dia tak datang?
meski aku tak menampakkan kekesalanku, bersalahkah aku karena tak rela?
akhirnya aku memutuskan bahwa aku bersalah.
tak seharusnya aku bersikap seperti itu
orang dewasa tak berpikiran seperti itu,
orang dewasa tak selalu mengalah, tetapi juga tidak egois
sementara aku? aku masih selalu mementingkan egoku.
lagi lagi aku mendapat pelajaran berarti..
lagi lagi aku harus menekan diriku..
lagi lagi lagi lagi…

i love it
aku suka ini

“syg,km taw maksutku td kn? bukan q tak ingin km dtg, bukan q keberatan, tp aq g ingn km tll cape’, lagian km bolak balik apa g kasian ma badan km? hmm??”
Aku mencoba bersikap bijaksana dengan mengirim sederet kalimat ini.
tak berapa lama hpku bergetar
“iya, mksih km dah ngertiin ak, makasih dah perhatian ma aq”
wuuuuuuzzzzhhh,,,,hatiku langsung semilir
lega rasanya,,
meski aku tetap sendiri, tapi seenggaknya aku sudah membuat semuanya kembali normal,,
dengan meredam emosiku
meredam keegoisanku
meredam manjaku
tak selamanya apa yang aku inginkan harus terkabul,,
adakalanya aku juga harus mengabulkan keinginan orang lain,,
adakalanya aku harus mengalah,,
adakalanya dunia indah setelah bencana

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s