surgaku,ibuku

Standar

Sebelum membaca ini,,, bayangkan jika aku adalah kamu,,,dan kamu adalah aku…
Rasakan bahwa yang seharusnya mencium kaki ibu adalah kamu, dan bayangkan jika yang saat kamu tak bersama ibumu ketika dia tiada adalah kamu,,,dan saat itu kamu melihat slide demi slide gambar kematian seseorang hingga alam lain di depanmu secara gamblang, dengan ayat2 alQur’an yang terus berkumandang,,,dan kamu masih terus di tekan untuk membayangkan bahwa siapa yang ada di layar depanmu adalah ibumu,, ini adalah tekanan yang berat menurutku…
Dan sesungguhnya aku tak kuat membayangkan itu.

.

Aku oktaviana Virgi Utami….ituh sebuah nama yang di anugerahkan ibu padaku..

ibu..

Tadinya aku tak tau siapa ibu
Aku hanya tau, dia manusia berbalut badan perempuan yang telah melahirkanku, hanya itu..
percayalah..serendah itu aku menilai ibuku waktu itu,,,
apalagi setelah Ayahku meninggal, aku merasakan ketidakadilan perlakuan ibuku pada aku dan kakakku,,
bayangkan dan rasakan, ketika kamu dalam sebuah rumah yang hanya berisikan tiga orang, ibumu, kakakmu, dan kamu,,namun kamu di perlakukan beda sampai kamu merasa bahwa kamu di lahirkan hanya untuk menjadi babu, budak,hanya itu arti hidupmu.. bayangkanlah!!!

Depresi akan melekat padamu..itulah yang terjadi padaku..
Aku tumbuh menjadi anak pendiam, pemalu, tertutup, tapi sungguh ketika teman temanku membutuhkanku, aku akan selalu siap untuk mereka.
Mereka percaya padaku, tapi entah kenapa aku tak bisa seperti mereka dan menceritakan saja penderitaanku selama aku hidup di sebuah Rumah yang katanya tempat tinggalku.
yang setiap hari aku tempati
Ah..!!!

Tapi aku tetap bertahan dengan depresi beratku, hingga suatu saat semakin berat saja ketika kakakku mendapat nilai lebih bagus dari aku,,tentu kalian bisa meraba apa yang terjadi saat kondisi seperti itu..

nilaiku jeblok..!!!!
“MY GOD”

Aku merasa tempatku berpijak semakin rendah saja jika di bandingkan pijakan kakakku..

suatu hari ketika entah kesalahan apa yang membuatku merasa di tekan oleh ibuku, aku sedikit lupa,,
Aku mengurung diri di kamar
menyendiri
membulatkan tekad
tau apa tekadku???
menyusul ayah
hanya itu tekadku waktu itu
sedepresi itulah aku
apalagi dalam kesakitan hatiku,kepedihan jiwaku,keringkihan ragaku,,
dalam kebulatan tekadku, di dalam kamar 3 x 3 aku hanya mendengar gelak tawa ibu dan kakakku diluar sana,
tanpa mengerti betapa sesak dadaku,,,
betapa letih ragaku,,,
betapa tak tahan hatiku,,,
labil emosiku,,,
tak sadarkah mereka telah membuatku selemah ini, dan dengan entengnya mereka masih bisa mengeluarkan gelak tawa memuakkan itu!!

Sungguh memuakkaaaaan!!!!!!!

Ouh..siiiiiit semua!!!

Tapi kemudian aku mengambil air wudhu, air mataku bercampur dengan air suci yg telah kubacakan niat itu, bahakan ketika aku mencoba mengajak bicara Sang Kholik melalui kewajiban dzuhurku, air mataku tetap tak terputus, dadaku semakin sesak, aku mencoba untuk mengadu.

“Wahai Dzat yang agung, Wahai Dzat yang suci,Wahai Dzat yang mengerti,,,Aku tau Engkau mengerti apa yang menimpaku, Aku yang lemah ini hanya ingin Engkau kuatkan, jangan biarkan tekad menemuimu sebelum saatnnya itu terbayang lagi, jangan biarkan aku semakin jauh tersesat, bukakan jalan terbaikku, karena aku tau kehidupan ku yang seperti ulat yang menjijikan inipun akan segera menjadi kupu kupu yang indah,, aku percaya padamu Dzat yang sungguh kupercaya.. Amiiin”

Entah lah apa yang terjadi padaku,,, tapi aku benar benar bangkit saat itu.. aku kuat, kembali semangat..!!!!

* * * * *

Kemudian suatu hari ketika aku dan kakakku berburu buku di Gramedia, mata dan hatiku tertuju pada sebuah buku inspirasi bertitle ” INI GUE “, entah kenapa tanpa pikir panjang, aku yakin sekali buku ini akan menjadi jalan untuk menuju semua keinginanku, menuju diriku yang lebih baik, menjadi diriku yang bisa di banggakan, menjadi diriku yang akan di sayang oleh ibuku, disayang oleh kakakku, aku yang akan selalu ranking, aku yang sukses,, inilah aku, “INI GUE”!!!!!

Malam itu, aku mulai membaca buku hasil buruanku tanpa lupa membaca bissmillah (kata kata mujarabku untuk memulai sesuatu dan mengharapkan hasil terbaik) dari halaman pertama,kedua dan berlanjut.

Ku ikuti saja semua sarannya, aku harus menyiapkan kertas dan bolpoin pun aku turuti saja.
hal yang masih selalu kutegakkan sampai sekarang adalah niat dan sugestiku pada diriku, apa yang aku inginkan, dan apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan impianku harus kutulis dalam secarik kertas, lalu kulakukan sesuatu yang harus kulakukan untuk mendapatkan impianku.
kutulis aku ingin keluarga yang utuh, di sayang ibu dan kakakku.

sejak saat itu aku mulai berlaku baik dengan hal hal kecil, aku tak peduli meski ibu tak pernah menganggap ataupun mengakui apa yang ku kerjakan, meski ibu tak pernah memuji hasil kerjaku, masakanku, hasil ujiankupun tak di pujinya meski usaha kerasku membuahkan hasil, tapi aku tak peduli itu,aku tak meminta apapun….

Yang kuperlukan hanya memberikan semuanya dengan tulus….

Yang ku ingat, saat itu kekeringan melanda indonesia 2005, desaku pun terkena imbasnya, sumur di rumahku kering,,,akhirnya atas inisiatif bersama keluarga besarku membuat sumur lagi, lumayan jauh dari rumah, jalannya pun naik turun, tapi tak apa karena di situ di perkirakan air akan keluar dan perkiraan kami tak meleset. Sumurnya menghasilkan air yang kami elu elukan. Tapi tentu saja membutuhkan kekuatan untuk mambawa air dari sumur ke rumah. Tapi itupun kulakukan, meski aku perempuan,aku yakin aku kuat. Dan taukah?? kali ini jalan pikiranku berubah, bukan karena aku ingin di sayang oleh ibuku, bukan karena itu.
Tapi karena aku sayang ibuku,
sungguh aku sayang ibuku, terlepas dari semua perlakuannya.
Dia ibuku.

Aku memang perempuan dalam bulan puasa yang kering.
bangun tidur aku membersihkan seluruh rumah, menimba air di sumur yang letaknya berjauhan dari rumahku dan naik turun, dan taukah aku mengambil air dengan apa?
dengan jirigen 20 liter, ku letakkan di pundakku, dan itu ku lakukan berulang bolak balik rumah- sumur, sampai gentong ( bak air ) di dapurku penuh.
untuk kamar mandi tentu aku tak sendirian, aku bersama sama dengan kakakku mendorong gerobak yang berisi 10 jirigen, dan harus dengan kekuatan penuh ketika menurunkan jirigen dari gerobak dan berlari ke kamar mandi untuk menuangkannya ke bak mandi. Dan itu kami lakukan di bulan puasa yang teramat panas.

Selepas tugasku mengisi bak mandi bersama kakakku, tugas lain pun menunggu, cucian menumpuk, sehingga tiap 2 hari sekali aku harus mencuci pakaian kami, aku, ibu, dan kakakku,,,tentu bukan keharusan yang di tekankan oleh ibuku, tapi lagi lagi karena saat itu entah kenapa aku merasa sayang kepada keluargaku, aku merasa di butuhkan. Kalau bukan aku, terus siapa yang akan menyelesaikannya??
Ibuku??
tidak!
tidak boleh, ini terlalu berat, ibuku sudah berumur sementara masih punya anak yang masih kuat bekerja.
Aku tak akan membiarkannya.
lalu siapa yang harus mengerjakannya??
kakakku.
tidak!! tidak mungkin!
dia cowok, paling dia hanya akan mencuci pakaian pribadinya saja.

Taukah bagaimana aku harus mencuci saat itu?
saat itu air sungguh terlalu sayang jika di buang. Sumur yang kami bikin pun selalu terjadi antrian panjang, dan kalau sore airnya akan semakin berwarna. Kami harus menunggu esok hari untuk melihat kembali air bening yang berlimpah di sumur.

Karena alasan itulah aku tidak mencuci di sumur.
Aku harus ke sungai, tentu saja bukan di sungainya aku mencuci, tapi di situ ada air yang keluar dari tanah, warnanya bening dan bersih, di situlah aku mencuci pakaianku.
Tau bagaimana aku menuju sungai?

aku harus berjalan melewati kebun, menyusuri pematang sawah, dan membawa keranjang di punggung, 2 ember di tangtan kanan dan kiriku,,,

jauh sungguh….

Lagi lagi aku tekankan, ituh aku lakukan di bulan puasa, bulan puasa yang kering.
Untuk berangkat ke sungai lumayan enteng, hanya membawa baju kotor yang kering dengan dua ember kosong pula, tapi untuk pulang tentu akan lebih berat, karena pakaian yang ku bawa tak lagi kering.
ugh… tapi aku lakukan semua dengan senyum, hanya karena aku sayang ibuku. dan hanya inilah balasan yang bisa aku persembahkan, setelah dia membawaku di perutnya selama 9 bln 10 hari, setelah dia bersusah payah kesana kemari karena aku mengganggunya di perutnya, setelah ibu melahirkanku dengan tidak mudah (itu yang ku ingat kata embah yang membantu kelahiranku).

Setelah ibu merawatku yang sakit sakitan sejak bayi, setelah semua yang dia lakukan, yang dia korbankan, hanya ini yang bisa aku persembahakan.
Setelah pekerjaan ku seharian selesai, ibu akan memanggilku dan kakakku ke meja makan, mendengarkan suara bedug yang indah, suara muadzin melantunkan adzan dengan suara merdunya,, lalu dengan doa dan syukur kami memulai berbuka,, kurasakan keindahan di dalam berbuka setelah perjuanganku seharian.
Tapi itulah keindahan warna hidup yang ku dapat di bulan maghfiroh ituh.
berbuka bersama sama, menyantap masakan yang ibu siapkan sejak siang.

Dan taukah???

Aku merasakan ibuku semakin sayang dan semakin sayang padaku.
Terimakasih wahai Dzat yang melembutkan.

2005 aku lulus SMA. Teman temanku sibuk ikut test di sana di sini. tapi aku dengan mantap hanya menetapkan untuk kursus yang setara D1.

Ibuku hanya diam dengan keputusanku.

Bingung mungkin,,,

bingung dengan keputusanku, sementara teman teman asik mencari perguruan tinggi terfavorit, aku malah memilih kursus yang setara D1, tapi itulah keputusanku.

Semua yang ku lakukan selalu beralasan, tak mungkin tidak. Saat itu ibu sedang terhimpit masalah ekonomi, kakakku dah skripsi, apalagi di tambah dengan seorang aku?

Aku tau ibu akan melakuakan apa saja untuk anaknya, tapi aku akan lebih bahagia jika aku bisa melakukan apa saja demi ibuku, demi keluargaku. Aku tau dengan seperti ini aku punya keyakinan, keyakinan untuk maju.

Setelah D1 ku kelar aku akan langsung bekerja, atau jika kakakku dah lulus dan ibuku punya cukup cadangan untuk membiayaiku melanjutkan S1 ya , why not?

Toh apapun yang terbaik akan aku lakukan, aku juga berusaha untuk mandiri, tak semua perempuan itu harus lemah .

Akhirnya ibu hanya mengekor keputusanku. Aku tau, ibu sedikit tak ingin, tapi keadaan membuatnya berkata “iya”.

* * * * *

Akhirnya aku benar benar melanjutkan ke kursus setara D1, banyak sekali pelajaran ku petik. Yang paling jelas tergambar adalah ketika aku mengikuti acara entah apa namanya aku lupa, tapi sebangsa SQ.

Di sebuah ruangan kami para siswa baru di kumpulkan, lalu ada seorang penceramah di depan. Dia menceritakan tentang seperti apa kiamat, dan itu gamblang sekali di benakku.

Sangat mengerikan, apalagi saat itu jg di putarkan video yang menggambarkan peristiwa kiamat itu. Sungguh sangat mengerikan!!!.

Aku tak sanggup menghadapi kengerian itu,,,Sekarang!!!.

Lalu sang penceramah melontarkan pertanyaan,
“Sudahkah kalian siap mati?”
“Amalan apa saja yang sudah kalian siapkan?”
“Sudahkah kalian melakukan sesuatu yang berarti untuk ibu kalian?”

masih dengan memutar kejadian-kejadian mengerikan di OHP nya, dan di iringi dengayat-ayat yang menyayat, mengerikan!!!

Fikiranku mulai memutar tiap slide yang telah aku lalui bersama ibuku. Tak pernah terbayangkan olehku aku akan mendapat pertanyaan seperti itu.

“Pantaskah aku di anggap anak?sementara sikap ku saja seperti itu?”

Selama ini aku hanya menuntut, menuntut kasih sayang, menuntut pengakuan atas setiap pekerjaan rumah yang kulakukan, menuntut award atas hasil yang ku capai, menuntut pujian, tapi apa yang pernah aku lakukan untuk sekedar membahagiakan ibuku?

Penyesalan tiba tiba muncul, menyesakkan dadaku, dan semakin kurasa sesak ketika sang penceramah kembali mengajukan pertanyaan yang menohok setiap hati pendengarnya termasuk aku.

“Apa pernah kamu merasa nyaman ketika mencium kaki ibumu?” Dia melotot tepat tertuju padaku, aku terkesiap…

Sungguh !!!!, berniat untuk mencium kaki ibu saja tak pernah, mana mungkin aku bisa merasakan kenyamanan itu? Anak macam apa aku ini? Hanya bisa menyusahkan, memaki, menyalahkan walau tak langsung di hadapannya, memojokkan walau tak tampak dengan kata kata..Oh..!! ibu….Air mataku kembali tak terelakkan.

Aku terus terguguk, tak kuat rasanya menahan tangis sesal ini, suara tangisaku mulai pecah ketika satu pertanyaan yang paling menghantam jantung dan ulu hatiku terucap dari sang penceramah.,. Dan lagi lagi aku merasa pertanyaan itu hanya tertuju padaku, bukan untuk semua yang hadir. HANYA UNTUK AKU.

“Pernahkah kamu duduk di sebelah ibumu yang baru terbangun dari tidurnya dengan membawa secangkir teh hangat untuknya di bumbui dengan ucapan “terimakasih ibu” ?”

Benar benar tangisku pecah saat itu, kenapa tak pernah terpikirkan olehku untuk melakukan hal kecil itu? Hanya secangkir teh hangat dan “terimakasih ibu”…HANYA ITU..!!!!

My GOD..

“Ibu”… aku menggumam dalam tangisku, tangis yang mungkin tak terdengar siapa pemiliknya, karena dalam ruangan tempatku terduduk dengan tangis ini terlalu ramai, ramai oleh tangis pecah kami, kami yang hadir dalam ceramah itu. Kami yang menyesal atas kebodohan karena tak pernah terpikirkan melakukan hal kecil yang berarti itu. Hanya secangkir teh hangat dan bumbu “terimakasih ibu”.

Saat itu langsung kurangkai kata untuk ku bisikkan di telinga ibuku. “I luv u mom” ..sejenak senyum kecil mulai menghias di bibirku, senyum kebanggaan, kebanggaan karena memiliki ibu seperti ibuku, ibu yang begitu kuat membesarkan aku dan kakakku sendirian tanpa seorang pendamping setelah Ayah di ambil oleh Tuhan. Mending kalau hanya Ayah saja yang di ambil saat itu, tapi adikkupun turut serta bersama Ayah. Di ambilnya dua orang yang paling melekat di hati dalam satu waktu, dalam satu hari, Bisakah kamu bayangkkan apa yang kami rasakan saat itu??.

Hanya jerit tangis yang ada. Meski kami saling menguatkan, Ibuku, Kakakku, dan aku, kami saling menguatkan untuk terus bangkit dan semakin bangkit ketika kami mulai melihat ketegaran ibu. Dia tidak terpuruk terlalu lama. Benar benar ibu yang patut ku banggakan. Aku bangga telah lahir dari rahim ibu seperti dia..

“Bagaimana kalau kamu, kamu, dan kamu..” Sang penceramah menuding nuding beberapa hadirin dengan tekanan suara yang amat berat lalu melanjutkan kata katanya , “ Kalian semua!! tak lagi sempat mengucapkan “ terimakasih ibu”, atau sekedar mencium kakinya, atau mencium tangannya?” kami langsung melongo mendengar kalimat itu. Di tambah gambar-gambar yang di putarkan untuk mengiringi sang penceramah itu semakin mengerikan. menurutku.

coba rasakan!!!! jika yang seharusnya mencium kaki ibu adalah kamu, dan bayangkan jika yang saat kamu tak bersama ibumu ketika dia tiada adalah kamu,,,dan saat itu kamu melihat slide demi slide gambar kematian seseorang hingga alam lain di depanmu secara gamblang, dengan ayat2 alQur’an yang terus berkumandang,,,dan kamu masih terus di tekan untuk membayangkan bahwa siapa yang ada di layar depanmu adalah ibumu,, ini adalah tekanan yang berat menurutku…

“Kita tidak tau, sekarang ibu kalian sedang apa? Mungkin saja sedang tertidur dan tak kan bangun lagi? Sementara kalian sedang disini, kalian tak kan melihat ibu kalian untuk terakhir kalinya?” dengan entengnya si penceramah itu bicara, meski aku melihat sedikit air di sudut matanya, aku tau dia pun tak kan kuat untuk membayangkan kalimatnya sendiri.

Saat itu ingin sekali ku bekap mulutnya, karena dengan kurang ajar dia berani bicara seperti itu, meski maksudnya baik,, tapi aku tak rela jika aku tak di beri kesempatan untuk sekedar berucap terimakasih ibu” atau mencium kakinya, memijit nya.. Ah,, ibu.

Tapi aku tak kuasa untuk membekap mulutnya, untuk menahan diri untuk tak segera pingsan saja sulit, aku benar benar tak kuasa, aku tak kuat membayangkan hidup tanpa ibu.Aku tak kuasa membayangkan jika benar saat itu ibuku di ambil sementara aku tak disisinya. Aku tak kuasa.Aku tak kuasa!!!.

Kamu bisa membayangkan manusia berbalut kain putih yang menuju kematian di depanmu adalah ibumu???

Kalau aku,, sungguh tak sanggup,, ingin pingsan saja rasanya, mual, eneg…tak bisa terima!!!

* * * * *

“Assalamu’alaikum warrohmatullohi wabarokatuh” Aku mengetuk pintu, hari ini aku pulang, setelah sekian hari berada di tempat yang jauh dari ibu.

“Wa’alaikum salam warohmatullohibabarokatuh” Ibu melongokkan kepalanya di balik pintu sebelum akhirnya membuka pintunya lebar lebar.

Kupeluk ibuku, kuciumi wajahnya.. lalu ku letakkakan mulutku di dekat telinganya, “i luv u ibuk” aku bergumam lirih, tapi aku yakin ibuku mendengarnya.

“ iya.. tuh ibu dah masak, mam dulu yuk..” ibu mengajakku masuk dan berusaha melepaskan pelukan eratku. Tapi aku masih belum ingin melepaskannya, “ I luv u ibu” kembali aku bergumam, kali ini tak tertuju,, lalu aku melepaskan pelukanku setelah aku merasa kasihan karena ibu tak kuat menahan napas oleh eratanya pelukanku.

Hari ini kuhabiskan bersama ibuku. Tak ingin ku lepaskan dia, tak akan ku biarkan ibuku sakit hati oleh ulahku lagi, akan kubuat dia bangga, bukan karena aku membanggakan, tapi karena dia telah melahirkan aku. Ibu akan bangga karena telah melahirkan aku.

Malam ini kupijat kakinya dengan segenap kelembutan yang aku punya, meski hatiku tak lembut tapi aku akan berusaha lakukan untuk ibuku, terus ku pijat ibuku.

Hingga ia terlelap.

Ku bisikkan serangkaian kalimat pendek di telingannya meski ia terlelap.

“Terimakasih ibu”…

Ku cium kakinya, ternyata benar adanya kata kata sang penceramah yang ingin ku bekap mulutnya itu, ternyata memang sangat nyaman mencium kaki ibu.

Kucium lagi dengan lembut kaki ibuku, bukan untuk mencari surga itu, tapi karena aku menyayanginya, aku menyayanginya, aku menyayanginya

Semoga esok pagi aku masih bisa melihat ibu tersenyum setelah terbangun dari tidur lelapnya dan menghadapi secangkir teh hangat di tangan anaknya dengan bumbu “ terimakasih ibu”.

:::::::::::::

Untuk semua anak yang merasa menjadi anak dari seorang ibu,,,cobalah untuk sedikit saja lungkan waktumu untuk ibu yang melahirkanmu.

Apalagi jika ibumu sudah memperlihatkan sifat kekanak kanakannya, saat itu dia akan sangat membutuhkanmu sungguh!, dia akan menjadi cerewet, menjadi manja,,,

Jangan kamu menjauhinya karena dia manja…

karena dia cerewet…

putarlah kembali slide slide kehidupan yang pernah kamu lalui bersama ibumu, saat itu kamu akan sadar, bahwa seharusnya kamu semakin menyayanginya, dan semakin memanjakannya, karena itulah yang dilakukan ibumu sewaktu kamu kanak-kanak,,,

Ketika dunia kanak-kanaknya mulai muncul lagi, saat itulah dunia terbalik untuk kamu dan ibumu, tak seharusnya kamu mengeluh, karena semasa kamu kecilpun ibumu tak pernah mengeluh, dia akan selalu senang hati merawat dan membesarkanmu dengan kasih sayang yang tak terukur…

134 responses »

  1. SETUJU!!
    tak tahu napa setalah baca tulisanmu aku bisa nangis vee…
    jd kangeeeeenn ma ibu…
    dan sungguh tak terpikir olehku untuk mencium kaki ibuku..
    makasih vee🙂

    0> Vee
    Ayoooo,,, sama-sama kita tunjukkan Rasa sayang terbesar kita kepada ibu… Tanpa dia kita tak ada, tanpa dia kita takkan bisa bertahan sampai seperti sekarang.
    Ayo mulai mencoba mencium kaki keriput ibu… dan bersamaan berucap ” I luv u mam”

  2. Saya juga setuju, Tulisan yang bermakna bangettt. Terasa bener buat saya yang jauh dari ibu, (ayah saya juga sudah meninggal). tetap semangat. Terima kasih Vee. (sebenernya saya malu, vee ninggalin komen di blog “Underconstruction” tapi ga nulis url blog ini. untung ada om google. Blog yang ‘sweet’ kyak yang posting.

    o> Vee
    makasih juga yah maz,, seenggaknya, Vee taw, ternyata di dunia ini masih bnyak orang yang mencintai ibunya.

  3. yang sabar ya vee…hmmm jadi teringat kampung…koq sama ya?? (berkaca2 gw..)..udah ah..

    o> Vee
    Yang sama apanya maz??
    kalu inget kampung, jangan cuma inget duank,,,tapi mesti berusaha meluangkan waktu untuk pulang, meski hanya sebentar..
    Ukey???

    Semangat!!! Hore kampung!! Hahahhah

  4. ikutan donk,
    aku juga jadi ingat ibuku tercinta.. yang galak, rajin ngomel tapi selalu mengkhawatirkanku dan mendoakanku…
    dulu saya selalu mengimpikan ibu yang lembut, halus dan bla,bla,bla… tapi ibu kita gak harus jadi sesempurna itu untuk kita cintai.
    i love u mom…

    o> Vee
    Kamu ingin melihat kesempurnaan ibumu? Gampang,,, Caranya, mas grubik tinggal SMS dan memuji ibumu setinggi langit, tapi harus dari hati loh,, terus jangan lupa bilang,,” Aku sayang Ibu”,, percayalah,, balasan ibumu pasti akan membuatmu terkejut….Coba ajah,.

  5. setiap membaca artikel tentang ibu ,aku selalu sedih teringat ibundaku tercinta di kampung yg sekarang lagi sakit….ibu gmn keadaan ibu sekarang?? aku di sini akan selalu mendoakan ibu agar cepet sembuh….mohon do’a mba vee juga, semoga berkenan memberikan doanya kpd ibundaku tercinta.

  6. 0> radenmasnews :
    iyuh, waktu nulis ini jg vee nangis, setiap vee ingin bilang ” trimakasih bu’ ” pasti pgn nangiz,,
    vee bakalan do’ain ibu nya maz Diaz,,
    “Ya Alloh berikan kesembuhan dan kekuatan kesehatan setelah sembuh untuk ibunya maz diaz,,La illahaillalloh, Zat yang Kuat dan mampu menyembuhkan segala penyakit,, amiiin”.

  7. Ping-balik: Ibu adalah segalanya bagiku « Blog Archive « kata bijak

  8. Bersyukurlah saudara2ku yang masih memiliki ibu. Jagalah, rawatlah, senangkanlah hatinya dan berbaktilah padanya. http://ksemar.wordpress.com/2008/08/02/selamat-jalan-ibuku-tercinta-sang-bayi-proklamasi/

    Trims atas kunjungannya ke blog kami. Salam, masyarakat marginal Sumut

    o> Vee
    Terimakasih juga telah menyempatkan diri berkunjung ke sini…. Dan terimakasih juga atas ikut andilnya anda dengan menyerukan, betapa ibu adalah manusia paling berharga,yang perlu di jaga, di rawat, dan di senangkan hatinya..

  9. Hmm, ni pengalaman pribadi ato fiksi?Klo fiksi, aku bilang manteb bgt kaena seperti nyata. Kalaupun nyata, paling tidak kamu sudah jujur mengakui arti Bunda!!!

    o> Vee
    Spt nyata ya??
    sayangnya ini bener2 nyata ik maz,,, makasih commentya yea

  10. 100 persen setuju saya. Salam kenal.

    O> vEE
    mAkaSih atas 100 % nya,, semoga ada yg nambahin persennya yah..
    Amiiinn,,,
    Lam kenal jugah….
    makazih dah berkunjung

  11. kamu mengingatkanku pada ibuku yang telah tiada…
    rasanya menyesal belum bisa balas budi ke ibuku…
    berbahagialah & bersyukurlah kamu2 yg masih punya ibu… sayangilah, bahagiakan ibumu….
    http://yusw.wordpress.com

    o> Vee
    Makasih maz atas sambutannya,, Tak ada kata terlambat Untuk berbakti,,BErdo’alah untuknya setiap saat, itu akan membantunya maz…

  12. Kita boleh mencela ibu kita tatkala keinginan kita ga pernah di setujui, sesungguhnya pengorbanan seorang Ibu musti dilihat ketika dia mengandung menyusui dan merawat anak-anaknya hingga dewasa….

    Yuk Kita rawat mereka dikala mereka senja

    o> Vee
    Yuuuuukz,,, sama-sama kita rawat ibu kita….jgn hnya di usia senjanya kelak, gmn kalu dari sekarang aja?

  13. wow…baru kali ini aku baca sebuah tulisan kayak gini,haru sekali..pengen nangis jadinya….kamu sunggu anak yang berbakti, semoga Tuhan membalas perbuatanmu, andai kamu lum menikan mau deh aku nikahin kamu wkwkwkwkw;)

    o>Vee
    waduw???
    kebetulan ni Vee lum nikah,,,hrhehe

  14. wow…haru sekali hbs membaca mu, yach semoga semua perbutanmu akan mendapatkan balasan dariNya, sekalilagi salut deh buat kamu kamu adalah cewek yg sangat sempurna andai aku bisa menikah denganmu wkwkwkwk😛

    o> Vee
    aduw–waduw,,,
    ni Dua orang pa satu org ya???
    formulirnya gag boleh ik satu org 2

  15. wah..tersentuh banget..mata sampai berbinar…pelan-pelan bulir-itu jatuh…ya aku ada rencana buat tulisan ttg ibuku…wanita tegar,,,wanita yang kemana-mana kalau aku sakit,kuteriakin namanya kuat2 aku merasa agak lega…merasa dia disampingku…wanita desa yang biasa-biasa saja…tapi saat kutahu dia sakit (stroke ringan)aku tersungkur..hatiku pedih..pedih sekali…akhirnya kuputuskan beli tiket balik Indonsia untuk menjeguknya…seumur hidup yang kusesalkan…knapa aku meilih menikah dengan orang yang jauh…sehingga aku tak bisa sering2 menjeguknya…tapi semua sudah terjadi…saat aku hendak pulang…aku lihat didekat dapur dia duduk termenung..saat kusapa kulihat dia mengusap air mata dengan baju batiknya…

    itulah ibuku…yang sampai kapanku selalu aku rindu…sayang dan cinta….

    thanks tulisanmu sudah mewakili perasaanku.

    Tulisanmu oke banget!Sukses ya!

    o> Vee
    Tulisan mbak aling jauh lebih bagus, kan lebih bnyak pengalaman mbak,,,

  16. Subhanallah… bila berbicara tentang ibu memang tak akan pernah ada habisnya.. Kasih sayang Ibu kepada anaknya sepanjang masa,, perjuangan mereka melahirkan kita antara hidup dan mati tidak bisa digantikan dengan apapun juga. Lalu ketika kita masih anak-anak mereka merawat kita dengan kasih sayang padahal kita pasti nakal banget dan menyusahkan. Memasakkan kita dan mengurus rumah.. bahkan mungkin juga mencarikan nafkah untuk keluarga.. T_T
    Dan apakah kita tak bisa membalas segala budi perjuangan ibu kita… BISA tapi tak akan pernah sepadan.. Senangkan-lah hati mereka,, buat hati mereka agar tidak was-was memikirkan kita, dan buat mereka tersenyum melihat kita. Orang tua pastinya akan bahagia bila bisa melihat kebahagiaan dan kesuksesan putra-putrinya.

    Tulisan kamu bagus, Vee… Pantes banget lho jadi penulis.. Diasah terus yah bakatnya.. dan aku rasa blog ini merupakan salah satu wadah yg tepat untuk tempat pembelajaran dan perenungan.. ^_^
    Semangaaadt!!!

    o> Vee
    Semangaddd!!!

  17. Ping-balik: surgaku,ibuku « 5t4t15t1c5 (statistics)

  18. Luar biasa pengalaman mu vee..aku yakin kamu akan jadi perempuan sukses& bahagia, karena kamu memuliakan ibu mu..
    aku “link” ya..?mau aku perlihatkan tulisanmu pada anak-2ku..

  19. wah dalem Vee… mana ibuku udah 2 minggu ini mengeluh terus lagi sakit (levernya bengkak, jadi selalu berasa sebah perut dan mual) tapi belio tetap harus dinas tiap hari (guru), padahal tiga bulan lagi pensiun (umurnya mau 60 tahun).

    Aku kadang di rumah masih bangun agak siang dengan alasan tiap malam begadang utk ‘cari uang’, jadi kadang2 sampe siang piring2 bekas makan belum dicuci, padahal di rumah gak ada pembantu dan yg cewe cuma aku & ibuku aja, sisanya bapak, suami & ponakan yg masih TK jg cowo.

    Malu😦

    thanks Vee ceritanya…

  20. hmm…
    jdi inget ibuqu jga neh..
    rasanya pengen nangizz klo inget ap yg penah dilakukan pda kita,,

    ibu jasamu sungguh tiada tara..
    love u so much,,

    nice artikel vee,,

  21. Q g th hrs ngomng ap,baca tulisan vee q jg g kuat bendung air mata..q merasa blm bs ngebahagiain ibuku…mlh sering bwt ibu q sdh,pdhl ibu q sll berusaha terbaik bwt q,pernh q jth dr motor,n wjh q dijahit,stlh ibu q ngelht,dia menangis..tak kuasa q pun menangis ..betp sayangnya ibu ma q.DUNIA N ISINYA TAK CUKUP UNTK MEMBLS JASA2 SEORANG IBU.
    Yuk kita bersama-sama berdoa bwt ibu qt.smg ibu qt sll dberi kshtn,.lahir n batin..

    IBU ..TRIMA KASIH IBU…ATAS SMUA YG TLH KAU BERIKAN PADAKU.

    Buat vee makash tulisan mu tlh bwt q sadar akan kasih sayang seorang ibu.

  22. Q bingung m nulis ap?tak prnh trfikir di benak.ku..tntng smua ini,Mungkn q bukan anak yg berbakti,krn q blm ngerasa bs ngebahagiakan ibuku..
    Tp tulisan vee tlh nyadarin q tntng ksh sayang seoarang ibu.tuhan berikan q ksmptn untk bs menunjukan bakthi pd ibuku,.ingn sekali q bs tertdur dipangkuan ibuku,”
    “ibu maafin q ya ,q yg hny bs mbwt ibu marah n kesel aku sayang m ibu,maksih y ibu.”
    vee mksh bnget..

  23. o> To Arya <o
    Benar apa yang Arya bilang…” DUNIA N ISINYA TAK CUKUP UNTK MEMBLS JASA2 SEORANG IBU.”
    jadi lakukan apa aja yg kita bisa, rasanya melihat ibu bahagiapun akan menjadi kepuasan tersendiri

  24. Kunjungan Balik
    Terimakasih ya…dah boleh ngelink di Blog kamu………. :p ;0) ;0D
    Ntar mungkin kalo tidak ada ibu kia tidak ada di dunia ini. oiya..jangan lupa dengan ayah…..juga. yang selalu bekerja keras untuk kita dan keluarga…
    jadi pengen nangis hick…hick….

  25. ibu…
    mendengar kata itu adalah orang yang paling sayang kepada diri ini melebihi siapapun.
    hanya kata terimakasih ku ucapkan untukmu
    trimaksih bu

  26. Bagiku, Ibuku adalah ibu paling baik sedunia…:-)

    Kang Arif ternyata di sini juga ya, hwakakak… kucari ke mana-mana ternyata lagi ngumpet di sini.:-)

    Salam kenal Vee.:-)

    Sebagi penutup, saya mau tanya: Kenapa sich fotonya koq cuma separuh wajah?? Hehehe…

  27. jad! nangis nich vee…
    IBu…
    kelembutannya menyentuh dinding kalbuku
    menghancuRkan keangkuHanku
    meLuluHkan semau beban duniaku
    sosok iTu juga yang selalu membuat aku tenang dalam pangkuannya
    membuaTku tegar…
    saat bahunya yang mulai renta membiarkan tubuhku bersandar dalam damainya
    loVe U mOm…
    _ Miss U_
    ehm🙂
    jad! kangen sama mama di jawa…
    pengen meluk dia…

  28. Sembari baca goresan kamu ku dengarkan lagunya bang Iwan . . .

    Ibuku sayang . .
    Masih terus berjalan . .
    Walau telapa kaki penuh darah penuh luka . . Dst. .

    terharu juga . .

    maaf sekedar numpang lewat

  29. cium kaki ibu?, teringat di akhir 1991 lalu. bibir ini terasa bergetar, nafas berdesah tenang, kusentuhkan di telapak kakinya yang kasar oleh perjalanannya yang begitu panjang dan melelahkan.., ibu.., izinkan aku mencium telapak kakimu. ia tersenyum dalam pembaringannya yang lemah lunglai, aku ridho nak.. katanya. kita saling tersenyum walau senyumnya dalam persapaan kami yang terakhir. sesudah itu ia meninggalkanku untuk selamanya. Mom…, you my inspiring…,

  30. salam kenal…mampir yah..
    aduh jadi terharu nih….
    makanya surga itu ada di telapak kaki ibu….ok..
    mari kita renungkan akan jasa2 ibu kita

  31. Assalamualaikum…
    pernah komen di blog aku ya? yang judulnya Kania. Salam kenal vee, ga tau kenapa, aku langsung punya “chemist” ama vee.

  32. Selamat tahun Baru 2009 😛
    semoga tahun 2009 lebih baik dari pada tahun sebelumnya…. 😀
    Dari tahun sebelumnya kita dapat mengambil hikmah2nya…🙂
    Di tahun 2009 kita ubah semuanya menjadi pengalaman yang tak terlupakan okey…😀😛🙂

    o> Vee <o
    yupZ,, Pengalaman tak terlupakan Tapi itu menyebalkaaaaaaaaaan

  33. sumpah demi ALLAH,kehidupan kita sama setelah ayah ku meninggal dunia…
    aku merasa tak punya siapa” lagi. sungguh hina ,seakan tak di perlukan lagi di dunia ini. setelah membaca artikel kamu. aku menitikan air mata,karna aku tahu betapa sakit nya jika kita di bedakan oleh seorang yang kita sayangi dan yang juga melahkirkan kita. tapi kini aku sadar, di balik kejadian ini,ternyata ada peristiwa yang sangat menyenangkan bagi kita ( hikma yang di atur oleh SANG KHALID ). JUJUR, aku sangat senang membaca artikel yang kamu tulis. terimah kasih dan slam kenal untukmu.

  34. Ambil hikmahnya aja. Semoga ditahun baru ini lebih baik lagi. Salam kenal, kunjungan perdana semoga jadi silaturahmi. Salam

    o> Vee <o
    Iyuh, ambil hikmahnya….
    Salam silaturahmi

  35. mbak janganlah sekali2 durhaka pada ibu krena ibu adalah surga itu betul

    karena surga ada di telapak kaki ibu

    saya pernah mengalaminya pd saat itu saya durhaka n q sakit keras n disuruh minum perasan cucian dari kak ibu saya

    lam knl ya susmakcebok

    o> Vee <o
    Alhamdulillah, karena secepatnya maz dwi di bukakan matanya untk melihat betapa seorang ibu itu tak ada bandingnya…

  36. keikhlasanmu selalu kubalas dengan kesombonganku
    kesombongan yang membuat lupa akan semua jasamu

    keringatmu yang telah memberikan kehidupan bagiku
    terkadang kau lupa akan diri yang semakin renta menghadapi dunia
    demi mewujudkan semua cita cita dan angan ku
    seklmpok jari kecil kakimu tlah lelah menjlani kerasnya dunia

    kini, biarkan aq yang menggantikan seklmpok jari kakimu

  37. Masyaallah
    G sangka ternyata ada suatu cerminan lain dari sebuah kisah hidup ya
    Sungguh hikayat yang begitu bagus
    Bagussssssssssss bgttttttttt

    o> Vee <o
    Alhamdulillah, Vee punya pengalaman itu, meski pertamanya terasa pahit, tapi akhirnya bisa juga jadi hikmah buat orang lain.

  38. Tulisan ini emang kebangetan nusuknya, saya juga sering menganggap ibu yaa cuma sebagai kata “ibu”, dia yang melahirkanku well saya ngga pernah minta untuk itu. Kata2 ego semacam itu yg sering kucamkan saat mencari pembenaran dari kesalahanku, hingga saya melihat bagaimana derita istriku menjadi ibu, 9 bulan dijalani dg berat meski demikian dia masih berusaha tetap tersenyum (udah 2X malah)

    Nice posting mbak, salam kenal

    o> Vee <o
    lam kenal mas yande…
    salam juga wat istri mas yg udah jadi ibu

  39. Saya setuju dengan bung Yande.
    Emang kebangetan nusuknya, sumpah, sumpah, dan sumpah,,,,,, aku pengen mewek……

    hikz…hikzz….hikzzz…
    huaaaa…aaaa…a..a.a..
    ibuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkk………………………………………………..

  40. kmrn pas br pulang dr tempat les, mamaQ ngomel2 g karuan, bkn BT banget..hehe
    tp baca2 ini, tiba2 aQ jd kangen sm beliau..hehe
    she’s my everyhting..🙂

    o> Vee <o
    hehe
    mama ngomel mah biasa, km nggrundel dlm hati juga biasa…
    makanya, yg biasa itu, klu tiba2 jadi gag biasa, bakalan ngangenin.

  41. jadi kangen ma ibu gw, artikelnya bagus,
    lam kenal

    untuk ibu
    helai rambut memutih jemari bergetar
    tatap mata pun lelah
    dan bila kaki melangkah, semakin perlahan
    tak pernah kau merasa letih,
    malah senyum lembutmu
    tetap kau berikan
    dari waktu ku ditimang
    hingga sampai saat ini

    begitu banyak cinta kau tanamkan
    lebih dari bintang di langit
    begitu luhur ilmu kau tanamkan
    mengisi jiwaku’
    untuk bekal hidup ini

    begitu tinggi burung diangkasa
    kan lebih tinggi lagi
    rasa cinta ku pada dirimu

    ilove ibu, aku kangen,

    o> Vee <o
    Puisi yg teramat indah

  42. ya ampuin!!!

    buat gw merinding!!!..pgn nangiss..

    gw nahan..di kantor maslh ya,,

    seriuss sedih bgt

    o> Vee <o
    Semoga bisa menjadi pembelajaran.
    Kita masih punya ibu kan?

  43. Ibuku restumu adalah sorgaku

    Sebagai anak, kita kadang kala tak tahu pengorbanan seorang ibu. Padahal siapa sih yang paling peduli didunia ini kalau bukan ibu. Jika menengok kebelakang betapa besar pengorbanannya tapi apa balasannya? Beliau sebenarnya hanya ingin melihat anaknya bahagia. Untuk itu sebisa mungkin untuk tidak menyakiti hati orang tua kita terutama ibu.

    o> Vee <o
    iyu,, jgn sakiti hati orang tua….

  44. Ayooo BANGKIT…. luruskan punggungmu, lihat kedepan …. hal yang terindah dan yang terindahkan untukmu….

    Ready? Lets go….move forward guys…..

  45. Cerpen yang apik…kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah….baca judule aja….aku sudah merinding. inget dengan ibuku nun jauh di sana…di tanah pasundan….
    Miss you mom!

  46. assalamualaikum..
    baca tulisan mb,bikin kangen Q sama ibu muncul…akhir taun kemarin ibu bilang menyesal memiliki Q,dari dulu ibu paling ringan tangan pada Q,dibanding saudara yang lain…kuputuskan keluar dari rumah dan berharap dengan jarang ketemu akan bikin mereka kangen pada Q,coz ada tidaknya Q sama saja bagi mereka apalagi ibuku…Astagfirulloh…sekarang sudah 2 bulan Q gak merasa kangen pada ibu..aku mencintai kehidupanku yang sendiri….sibuk sendiri…tapi baca tulisan mb,Alhamdulillah rasa itu hadir lagi…malah selesai membaca ibuku telp….koq pas banget…tapi mb walau Q tau sikapku salah…rasa sakit tidak diinginkan ibu masih belum hilang…doakan Q biar seperti mb yach….trimakasih

  47. Ping-balik: Ibu adalah segalanya bagiku « ngan26aan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s