*sebuah posting yg sempat nangkring di FB ku
gulung gemulung pedih ini
Mencuat menembus ulu
letihkan raga
memeras air di pelupuk mata.
Kau rajam kejam hati yang tulus oleh cinta
Nyatanya kau pergi jua
Perih menyabik, menggarami melukai hati…
AKu lemah?
Salah,, aku hanya tak biasa.
Air mata sudah tak berharga
Dahaga cinta tak terpuaskan benih air meski setetes.
Terik panas belati apimu
Mencumbui luka yang telah kau garami itu.
Kau asinkan.
Seperti ikan Asinnya mas Fitrah yang terus meratapi kebodohannya terpancing umpan yang mematikan.
bianglala si pelangi tak lagi temani
Hanya iblis umpatan, makian, cacian tertuju padamu.
Lalu?
Lagi-lagi airmata menjuntai menggerus-gerus luka yang menganga.
Periiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
“Damn!!!”
@ Mas Anshor : Vee masih belajar Mas, maklumi ketersengalannya ya,, besok vee perbaiki.. hihi
pa yah yang kurang…
kurang cabe…tomat…n terasi, kan baru ada garemnya ajah
… Read More
nyambel deh
hehehehe
haha.
mantap…
@ Bang Iwan: Wew? Orang ini emang demen banget makan, kemaren vee lapar aja makanan gag da yg di kirim ke sini, di embat sendiri semua.
@ Mas Sajad : “Damn!!!” ,, hehehe,,,,
wlau judulnya gak pernah tuntas, tapi isi menuntaskan ku heheheh, selamat ya calon menantuku
wah, berapa nich mahar nya, harus kerja xtra berat nich
amien…
dia akan menjemputmu dari istana yang berdinding resah
hahahha
Rasanya ingin sekali berada disana bermandikan bunga-bunga ketegaran yang berwarna-warni, bercinta dengan kupu-kupu, mengepak, mengepak, mengepak,, fly…
Muuah!
salam & senyum hangat selalu
yup…kamu benar
^_^
@ Mas Wawan : Salam dan senyum hangatku untukmu maz… benar yang mas wawan Bilang. Vee akan belajar menggali itu.
@ Bang Iwan : Huh….* misuh-misuh















